Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Makna dan Tata Cara Pelaksanaan Hari Suci Siwaratri

Mengingat hari suci ini adalah tatkala Dewa Siwa beryoga semadi, sehingga umatnya diharapkan melakukan hal yang sama. 

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Patung Dewa Siwa di Panglukatan Siwa Melahangge 

Tapa brata menjadi penting, karena hari suci Siwaratri terjadi hanya dalam waktu tertentu yakni setahun sekali saja.

Sehingga momen ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh umat manusia khususnya umat Hindu.

Tata cara lainnya, adalah dengan maprayascita atau pembersihan diri baik pikiran (batin) dan raga (jasmani).

Menghaturkan banten pejati di sanggah, disertai sembahyang kehadapan Sang Surya memohon kesaksian beliau.

Konon Dewa Surya adalah dewa kesayangan Dewa Siwa, sehingga dikenal sebutan di Bali Siwa Raditya dan Surya Raditya. 

Kemudian sembahyang ke hadapan leluhur, memohon tuntunannya dalam mengarungi kehidupan di dunia.

Jangan lupa juga menghaturkan banten pejati di hadapan Dewa Siwa, yang bisa ditempatkan di palinggih Padmasana atau di piasan merajan dan sanggah.

Kemudian sembahyang ditujukan ke hadapan Dewa Siwa agar beliau memberikan anugerahnya kepada umat.

Demikian pula jika sembahyang di pura, agar tetap memohon kepada Dewa Siwa, Dewa Surya, dan Dewa Samodaya. 

Setelah prosesi sembahyang selesai, umat bisa melakukan tapa semadi dan menjaga agar tetap Jagra dan Upawasa.

Untuk puasa bisa dilakukan dari pagi hari pada panglong ping 14 sasih kapitu, sampai keesokan harinya (pagi) selama 24 jam.

Setelah itu bisa memakan nasi putih, dan minum air putih, bisa pula ditambahkan garam.

Baca juga: Makna Nitya Karma dan Naimitika Karma, Waktu Sembahyang bagi Umat Hindu di Bali

Baca juga: Jumlah Umat & Usia Dibatasi Saat Natal 2021, Satgas Covid-19 Tabanan Terapkan Prokes Ketat

Baca juga: Hari Ini Satpol PP Badung Akan Lakukan Sidak Prokes Sebanyak Tiga Kali Sehari, Sasar Pusat Keramaian

Jagra sendiri dimulai pada panglong ping 14, dan berakhir pada keesokan harinya pukul 18.00 WITA.

Tata cara ini dilakukan tiga kali, yakni menjelang malam panglong ping 14 sasih kapitu, pada tengah malam, dan besoknya menjelang pagi. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved