Breaking News:

Berita Jembrana

Edi Gatot Ditemukan Meninggal Dalam Truk di Jembrana, Diduga Meninggal 2-3 Hari Lalu

Setelah diselidiki, akhirnya diketahui identitas korban ialah Edi Gatot, Desa Keputih Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

(THINKSTOCK)
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Warga di sekitaran areal parkir warung makan Sekarwangi, Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu 2 Januari 2021 mendadak geger.

Hal ini lantaran ditemukannya sesosok mayat dalam keadaan membusuk dengan bau menyengat.

Setelah diselidiki, akhirnya diketahui identitas korban ialah Edi Gatot, Desa Keputih Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, bahwa korban ditemukan sekira pukul 06.00 Wita tadi pagi.

Korban diketahui meninggal di dalam kendaraan truk miliknya, yakni Mitsubishi dengan Nopol L-9996-UT warna orange.

Baca juga: Hanya 194 Pejabat yang Dilantik, 243 Pejabat Administrasi Bangli Beralih ke Jabatan Fungsional

Baca juga: Ada Sinyal Positif Terkait Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar Asal Kasus Covid-19 Masih Melandai

Baca juga: 3 Pembantai Anggota TNI di Posramil Kisor Masih Bawah Umur, Ada yang Baru Lulus SD

Pria berusia 51 tahun itu meninggal dengan keadaan sudah membengkak dan tubuhnya menghitam. Korban awalnya ditemukan oleh seorang saksi bernama Ana Lestari asal Banyuwangi Jawa Timur. 

Kasatlantas Polres Jembrana, AKP M Reza Pranata mengatakan, bahwa saksi Ana pada Kamis 30 Desember 2021 mengetahui bahwa sekitar pukul 04.30 wita korban memarkir kendaraannya di areal parkir warung makan Sekarwangi Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kemudian, pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita saksi akan ke pasar dan mencium bau busuk dari dalam kendaraan truk.

Ana melaporkan ke saksi lainnya yakni Dimas dan  sempat mengecek melalui pintu truk sebelah kanan dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal

“Akhirnya dilaporkan ke bhabinkamtibmas dan melaporkan kejadian ke Polsek Mendoyo,” ucapnya.

Dari penyelidikan atau olah TKP, pihaknya menemukan KTP korban, kartu bank, uang tunai Rp 485 ribu dan satu pepel obat merk Prednisine dan empat butir obat luvisma. 

Penyebab kematian korban sendiri sudah dalam penanganan dan pemeriksaan inafis polres Jembrana dan pemeriksaan tim medis RSU Negara.

Dan dari pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Perbaikan Jalan Rusak di Tabanan Butuh Anggaran Rp156 Miliar, Terbanyak Kecamatan Selemadeg Timur

Baca juga: Masih Jadi Primadona, 1 Januari 2022 Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Tabanan Tembus 6 Ribu Orang

Baca juga: Masalah Selesai dengan Cepat hingga Saldo Bank Meningkat, 9 Zodiak Beruntung Senin 3 Desember 2022

“Dari pemeriksaan dokter untuk jenis obat-obatan (prednisone dan luvisma) yang ditemukan diperkirakan korban mengalami sesak nafas. Waktu meninggalnya korban diperkirakan sekitar 2 atau 3 hari,” bebernya. (ang).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved