Berita Denpasar
Tahun 2022, Denpasar Bakal Lanjutkan Penataan Pantai Sanur dan Pasar Kumbasari
Tahun 2022 ini, Dinas PUPR Kota Denpasar akan melanjutkan beberapa proyek di tahun 2021, termasuk penataan Pantai Sanur dan Pasar Kumbasari.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Sementara terkait pembangunan TPS3R dan TPST, pihaknya kini masih melakukan penyusunan anggaran serta mengurus izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan khusus TPST yang rencana dibangun di wilayah Tahura.
Jika tempat pengolahan sampah ini selesai digarap, maka Denpasar akan memiliki 20 TPS3R dan tiga TPST.
Tahun 2022 ini, PUPR Kota Denpasar melakukan pembangunan serta revitalisasi untuk sembilan tempat, empat diantaranya direvitalisasi.
"Untuk sembilan TPS3R ini ditarget selesai pada akhir Desember ini," katanya.
Untuk diketahui, tahun 2021 lalu, Dinas PUPR Kota Denpasar melakukan pembangunan sebanyak 9 TPS3R, dimana sebanyak 5 TPS3R merupakan pembangunan baru dan 4 lainnya adalah revitalisasi.
Selanjutnya, untuk tahun 2022 mendatang pihaknya akan membangun sebanyak 11 TPS3R kembali.
Pembangunan TPS3R ini terus dikebut dikarenakan per Mei 2022 direncanakan tak boleh ada pembuangan sampah ke TPA Suwung.
Baca juga: Malam Pergantian Tahun, 6 Laka Lantas Terjadi di Denpasar, Ada yang Mabuk Nabrak Pohon
Dari perhitungan sementara, untuk TPS3R yang dibangun akan menelan anggaran Rp 1.3 miliar untuk yang berukuran di bawah 10 are, dengan bangunan satu hanggar.
Sementara untuk yang berukuran lebih dari 10 are diperkirakan menelan anggaran Rp 1.8 miliar dengan dua bangunan hanggar.
Selain itu tahun 2022 ini juga akan dibangun sebanyak 3 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Pembangunan pertama dilaksanakan di Desa Padangsambian Kaja seluas 60 are.
Juga dilakukan perluasan TPST di Kesiman Kertalangu menjadi 2 hektar.
Selain itu, satu TPST direncanakan dibangun di kawasan Tahura Kelurahan Pedungan seluas 10 hektar.
“Yang di Tahura masih proses memohon perizinan ke pusat karena Tahura dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami ajukan 10 hektar dulu, nanti tergantung berapa yang diizinkan,” katanya. (*)