Breaking News:

Berita Badung

Informasi Vaksin Booster Belum Jelas, Diskes Badung Akui Masih Tunggu Juklak Juknisnya

Hanya saja sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilakukan dan bagaimana proses vaksinasi booster tersebut.

TRIBUN BALI/I KOMANG AGUS ARYANTA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Nyoman Gunarta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah berencana akan melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga untuk masyarakat.

Hanya saja sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilakukan dan bagaimana proses vaksinasi booster tersebut.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung juga mengaku sampai saat ini belum  mendapatkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait vaksinasi dosis ketiga di tingkat daerah.

Apalagi, ada informasi yang masih simpang siur terkait vaksinasi booster apakah berbayar atau digratiskan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Atas 70 persen, Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga

"Juklak juknisnya belum sampai di kami. Akan tetapi sejauh ini kami sudah menyiapkan tim bilamana juklak juknis sudah terbit," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr I Nyoman Gunarta saat dikonfirmasi Selasa 11 Januari 2021

Pihaknya mengaku  tim dari dinas kesehatan akan diturunkan jika vaksinasi booster ini tidak berbayar alias digratiskan.

Pasalnya apabila vaksinasi booster nanti berbayar, maka Dinas Kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan vaksinasi tersebut, mengingat Dinas Kesehatan bukan merupakan institusi yang boleh menerima dana dari masyarakat.

"Jadi berbeda kasusnya dengan vaksinasi gratis seperti yang telah berjalan dua kali dosis.

Ini merupakan tugas Dinas Kesehatan untuk menyukseskan program pemerintah membentuk herd immunity," ujar mantan Dirut RSD Mangusada itu.

Pihaknya mengaku sampai saat ini belum mengetahui vaksin booster itu berbayar, ada yang gratis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved