Breaking News:

Berita Bali

Polda Bali Sita Dokumen, Artis Ivanka Suwandi Jadi Korban Penipuan Properti

Polda Bali tengah melakukan pemeriksaan terkait saksi-saksi termasuk penyitaan dokumen terhadap kasus dugaan penipuan jual beli properti

ivanka.suwandi
Ivanka Suwandi - Polda Bali Sita Dokumen, Artis Ivanka Suwandi Jadi Korban Penipuan Properti 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali tengah melakukan pemeriksaan terkait saksi-saksi termasuk penyitaan dokumen terhadap kasus dugaan penipuan jual beli properti yang memakan korban artis sinetron Ikatan Cinta, Ivanka Suwandi.

Kasubdit II Direktorat Reskrimum Polda Bali AKBP I Made Witaya SH mengatakan, pihaknya juga sedang memeriksa pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Badung dan notaris terkait kasus ini.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyitaan dokumen dan kasusnya sudah naik ke tahap sidik (penyidikan). Sementara kita juga sedang memeriksa saksi dari BPN, notaris terkait dengan peralihan hak dan akta jual beli,” ujar Made Witaya di Mapolda Bali, Selasa 11 Januari 2022.

Made Witaya menyebutkan, hasil penyidikan bahwa diduga kuat bangunan tersebut telah diperjual-belikan dan sementara pihaknya masih menyelidiki kaitanya dengan proses peralihan dari bangunan tersebut.

Baca juga: Setelah Sita Dokumen & Periksa Saksi, Polda Bali Tetapkan Tersangka Penipuan Properti Dialami Artis

“Dari hasil penyidikan sementara ini bahwa benar telah dijual. Sementara masih kami selidiki terkait proses peralihannya baik itu di notaris maupun BPN,” jelasnya.

Perwira menengah kepolisian ini menambahkan, setelah melakukan pemeriksaan saksi AJB (Akta Jual Beli), saksi-saksi lain dan memeriksa BPN Kabupaten Badung untuk selanjutnya melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi AJB (Akta Jual Beli), saksi-saksi lain dan memeriksa BPN Kabupaten Badung untuk selanjutnya melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka,” ujar Made Witaya.

Kasus penipuan jual-beli properti yang dialami artis Ivanka Suwandi ini pun terus bergulir di Polda Bali setelah hampir tiga tahun penanganan kasusnya jalan di tempat alias mandek.

Polda Bali mengungkapkan bahwa terlapor R sakit keras menderita diabetes yang kemudian menghambat kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini untuk melengkapi keterangan terlapor.

Made Witaya menjelaskan, terkait dengan peningkatan status terlapor berinisial R, untuk proses penyidikan bahwa terlapor sudah dipanggil dan untuk dimintai keterangan sejak 7 Februari 2020 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved