Breaking News:

Berita Klungkung

Pelaksanaan Tumpek Uye di Klungkung Akan Diisi Dengan Lepas Tukik, Udang Hingga Rajungan

Pelaksanaan Tumpek Uye (Tumpek Kandang) di Klungkung, Sabtu (29/1/2022) mendatang akan diisi dengan berbagai kegiatan untuk melestarikan satwa

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika ditemui Tribun Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pelaksanaan Tumpek Uye (Tumpek Kandang) di Klungkung, Sabtu (29/1/2022) mendatang akan diisi dengan berbagai kegiatan untuk melestarikan satwa di Klungkung.

Mulai dari melepas tukik, sampai dengan melepas hewan komoditi seperti rajungan dan udang.

Baca juga: Keseimbangan Alam Semesta, Pentingnya Tumpek Wariga dan Tumpek Kandang Dalam Hindu Bali

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (13/1/2022) telah mengumpulkan beberapa kepala OPD dan intansi terkait untuk menindaklanjuti arahan Pemprov Bali terkait perayaan Tumpek Uye.

Baca juga: Kadis Kesehatan Klungkung: Tidak Ada Kasus Baru dan Pasien Covid-19 di Klungkung

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Klungkung Terus Berlanjut, Cakupan Sudah 96 Persen

Baca juga: Desa di Klungkung Terpaksa Rombak APBDes, Dana Desa Turun Sebesar Rp10 Miliar

Diputuskan perayaan Tumpek Uye di Klungkung yang jatuh Saniscara Kliwon Uye, Sabtu (29/1/2022) dipusatkan di dua tempat, yaitu di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung dan di Pura Mpuaji, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida.

"Nanti kegiatan Tumpek Uye ini akan kami isi dengan berbagai pelestarian satwa sesuai arahan Gubernur Bali. Nanti satwa yang dilestarikan baik satwa langka, maupun satwa yang bisa menjadi komoditi di Klungkung," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (14/1/2022).

Misalnya saja dengan melepas satwa dilindungi seperti tukik di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan.

Lalu dilanjutkan dengan melepas berbagai jenis ikan air tawar di Sungai Unda.

Selain itu juga akan dilepas berbagai hewan komoditi seperti rajungan dan udang di kawasan Manggrove di Desa Jungutbatu, Nusa Penida.

"Apalagi kebetulan kami di Klungkung, juga tengah mencoba mengembangkan berbagai komoditas ini kedepannya. Kami sudah mulai dengan kerang abalone dan sebagainya. Saya rasa kita wajib melaksanakan kegiatan ini setiap perayaan Tumpek Uye dengan harapan ekosistem tetap terjaga dan memberikan manfaatkan ke warga," jelasnya. 

Menurut Suwirta, perayaan tumpek uye merupakan bentuk pemuliaan wewalungan atau hewan.

Serta sebagai wujud ucapan terimakasih kepada hewan, dalam perannya membantu dalam kehidupan manusia.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam instruksinya terkait perayaan Tumpek Uye yang dikeluarkan pada Wraspati Wage Medangkungan, Kamis (13/1/2022), perayaan Tumpek Uye dengan Upacara Danu Kerthi, secara niskala dilaksanakan dengan menggelar upacara penyucian danau dan otonan sarwa wewalungan (binatang) serta persembahyangan Tumpek Uye.

Sementara secara sekala, diisi dengan kegiatan melepas 100.000 ekor ikan ke Danau Buyan, melepas berbagai binatang seperti luwak, babi hutan, kijang ke Hutan Buyan.

Baca juga: Vaksinasi Booster di Klungkung Digelar Besok 14 Januari 2022, Prioritas Kelompok Rentan

Baca juga: Kadis Kesehatan Klungkung: Tidak Ada Kasus Baru dan Pasien Covid-19 di Klungkung

Baca juga: Baliho Dirobek, DPC Gerindra Klungkung Siapkan Berkas Laporan ke Polisi

Selain itu juga dilepasliarkan berbagai jenis burung, seperti Cerucuk, Kutilang dan Celepuk (burung hantu) di sekitar Danau Buyan. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved