Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Perempuan Wajib Tahu, Metode 10 Jari untuk Kenali Risiko dan Tanda Kanker Ovarium

Angka ini menjadikan kanker ovarium berada di urutan lima teratas dari jenis kanker yang hanya terjadi pada perempuan.

Tayang:
Editor: Noviana Windri
(Pexels/ Anna Tarazevich)
Kanker Ovarium 

TRIBUN-BALI.COM - Kanker ovarium adalah salah satu penyakit mematikan yang mengintai para perempuan.

Berdasarkan data terakhir dari Global Burden of Cancer Study (Globocan), Indonesia mencatat 14.896 kasus baru kanker ovarium pada 2020.

Angka ini menjadikan kanker ovarium berada di urutan lima teratas dari jenis kanker yang hanya terjadi pada perempuan.

Riset lainnya membuktikan, satu dari 78 perempuan berisiko menderita kanker ovarium dalam salah satu fase hidupnya.

Sayangnya, kesadaran soal penyakit ini di kalangan perempuan masih rendah jika dibandingkan jenis kanker lainnya.

Baca juga: Ciri-ciri Penyakit Maag yang Sudah Parah, Awas Bisa Kanker Lambung

Baca juga: Darah Haid Berwarna Hitam? Waspada Bisa Jadi Kanker Serviks

Baca juga: Wanita Wajib Tahu! Gejala Kanker Usus Besar Ternyata Mirip Nyeri Haid

Pemahaman yang terbatas ini membuat risiko kematian kanker ovarium lebih tinggi karena lambatnya penanganan.

Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr. dr. Brahmana Askandar, SpOG(K), K-Onk mengatakan kanker ovarium tergolong sebagai silent killer bagi perempuan.

"Karena penyakit itu tidak menunjukkan gejala apapun di stadium awal, deteksi dininya juga tidak ada," jelasnya dalam virtual press conference, Kamis (13/01/2022).

Berdasarkan pengalamannya, 80 persen pasien kanker ovarium datang ketika sudah di fase stadium lanjut sehingga pengobatan yang bisa ditempuh terbatas.

Padahal, Dokter Brahmana mengatakan, jika ditemukan lebih dini, 94 persen pasien dapat hidup lebih dari lima tahun setelah didiagnosis.

Maka ia menyarankan pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin untuk memastikan kondisi tubuh kita.

Sangat dianjurkan pula segera memeriksakan diri jika merasakan sakit, nyeri atau tidak enak di perut bagian bawah atau ketika Buang Air Kecil (BAK).

Metode 10 jari untuk kenali risiko dan tanda kanker ovarium

Baca juga: Dahsyat! Ini Manfaat Bawang Putih yang Jarang Diketahui, Bisa Turunkan Risiko Kanker

Baca juga: Waspada! Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Kaum Pria, Kenali Tandanya

Dokter Brahamana menjelaskan, kanker ovarium sulit dikenali gejalanya atau dilakukan skrining karena tahapan perkembangan penyakitnya yang tergolong tidak jelas.

"Kadang satu orang butuh enam bulan sampai berkembang menjadi kanker, yang lain bisa bertahun-tahun," jelasnya.

Maka lebih baik apabila para perempuan memahami faktor risiko dan tanda kanker ovarium pada dirinya.

Perusahaan farmasi AstraZeneca Indonesia bekerjasama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) dan HOGI merilis kampanye 10 jari sebagai metode untuk mengenali kanker ovarium.

Cara ini sangat mudah sekaligus sangat bermanfaat untuk mendorong para perempuan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalaminya.

Metode 10 jari ini terdiri dari enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Apa saja?

Enam faktor risiko kanker ovarium yaitu:

  • memiliki riwayat kista endometrium
  • memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara
  • mutasi genetik (misalnya BRCA)

Baca juga: KABAR DUKA: Penyanyi Senior Nindy Ellesse Meninggal Dunia, Sempat Sembuh dari Kanker Payudara

Baca juga: Ini Hal-hal yang Bisa Memicu Kanker Payudara Pada Pria

Baca juga: Cara Meminimalisir Penularan Kanker Serviks, Ini Penjelasan dr. Yudi Ardiansah Eka

  • paritas (banyaknya persalinan yang pernah dijalani)
  • rendah gaya hidup yang buruk
  • pertambahan usia

Sedangkan empat tanda kanker ovarium yakni:

  1. kembung
  2. nafsu makan berkurang
  3. sering buang air kecil
  4. nyeri panggul atau perut

"Diagnosis sedini mungkin merupakan faktor penting dalam pengobatan kanker ovarium," kata Rizman Abudaeri, Direktur AstraZeneca Indonesia.

Termasuk pula dengan pengobatan yang tepat seperti terapi obat, pembedahan dan kemoterapi.

Pada kanker ovarium stadium awal, metode pengobatan tersebut masih memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penting kenali risiko dan tanda kanker ovarium dengan metode jari

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved