Berita Bangli

Berlaku Sejak 2017 Kelihan Banjar Adat di Bangli Dapat Insentif Rp 250 Ribu Per Bulan

Usulan insentif kepada Kelihan Banjar Adat ternyata sudah berlaku di Bangli.

Muhammad Fredey Mercury
Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Sugiarta (Kanan) didampingi Kabid Adat dan Tradisi, Putu Candra Rahadi (kiri) saat ditemui Jumat (21/1/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Usulan insentif kepada Kelihan Banjar Adat ternyata sudah berlaku di Bangli.

Insentif tersebut dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bangli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta, Jumat (21/1/2022) membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, insentif ini sudah berlaku sejak tahun 2017, dan masih berlaku hingga kini.

"Itu sesuai Perbup No.47 tahun 2017," sebutnya didampingi Kabid Adat dan Tradisi, Putu Candra Rahadi.

Baca juga: Penyesuaian Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu di Pasar Selama Sepekan, Disperindag Bangli: Hanya Mantau

Baca juga: BPBD Bangli Usulkan Rp 9,6 Miliar Lebih untuk Perbaikan Kerusakan Pasca Becana

Baca juga: Polres Bangli Ringkus Pelaku Pencurian Sepeda Motor, Jacky: Saya Tidak Pernah Merasa Mencuri

Pihaknya menjelaskan, pemberian insentif kepada Kelihan Banjar Adat ini sebagai bentuk penghargaan terhadap fungsi dan perannya di wilayah Desa Adat.

Sebab Kelihan Banjar Adat juga memiliki peran membantu Bendesa dalam segala urusan Adat hingga kedinasan.

"Misalnya dalam administrasi kependudukan, pernikahan, dan sebagainya," ucap dia.

Di Bangli total ada 361 Kelihan Banjar Adat.

Mengenai nominal insentif yang didapatkan, Sugiarta menyebut masing-masing Kelihan Banjar Adat mendapatkan Rp. 250 ribu per bulan.

" Insentif ini hanya untuk Kelihan Banjar Adat saja. Kalau Kelihan Banjar Dinas kan sudah mendapatkan honor. Pada perinsipnya, Kelihan Banjar Adat tidak mendapatkan honor maupun gaji karena sistemnya ngayah. Oleh sebab itu diberikan insentif," jelasnya.

Memang, mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah itu tidak memungkiri jika nominal insentif yang diberikan kepada Kelihan Banjar Adat tergolong kecil.

Terlebih jika dibandingkan insentif yang didapatkan oleh Bendesa Adat. 

Lantas disinggung soal penambahan insentif pada Kelihan Banjar Adat, Sugiarta mengaku tahun ini belum ada penambahan.

"Mungkin salah satu pertimbangannya karena kondisi pandemi, sehingga belum ada pembicaraan ke arah itu (penambahan insentif)," ucapnya.

Sementara ditanya soal insentif yang diberikan Pemda Bangli kepada para Bendesa, Sugiarta mengaku hingga kini masih ada.

Namun ia menegaskan pemberian insentif ini bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk barang dan jasa.

Baca juga: Pelayan Publik di Bangli Mulai Dapat Vaksin Booster, Vaksinasi Dilaksanakan di PSC & Puskesmas

Baca juga: Distribusi Air PDAM Bangli Alami Gangguan, Puterawan dan Nina Terpaksa Tampung Air Hujan

"Mereka tetap diberikan tambahan jasa pelayanan umum. Kalau secara nominalnya sebesar Rp. 500 ribu per bulan," tandasnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved