Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Ketua PHRI Badung Tanggapi Persoalan Hotel W Bali Seminyak

Pekerja dan manajemen sudah sempat melakukan penyelesaian namun belum ada titik terang, Ketua PHRI Badung tanggapi persoalan Hotel W Bali Seminyak

Tayang:
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Ketua PHRI Badung Tanggapi Persoalan Hotel W Bali Seminyak 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ketua PHRI Badung Tanggapi Persoalan Hotel W Bali Seminyak.

Beberapa masalah muncul di dunia pariwisata selama pandemi Covid-19 ini, selain banyak perusahaan yang merumahkan karyawan, ada juga yang langsung memutus hubungan kerja.

Seperti halnya Hotel W Bali Seminyak yang berlokasi di Jalan Petitenget, Kerobokan, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Hanya saja, masalah PHK tersebut tidak tuntas-tuntas, mengingat karyawan tidak menginginkan perusahaan melakukan PHK dengan alasan tertentu.

Masalah PHK itu pun terus bergulir dari tahun 2021 sampai saat ini, Minggu 23 Januari 2022.

Baca juga: 79.100 Pekerja di Bali Dirumahkan dan 3.300 Orang Terkena PHK Selama Pandemi Covid-19

Menurut informasi yang didapat, sebelumnya pekerja yang berjumlah puluhan orang itu dan manajemen sudah sempat melakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

Namun belum ada titik terang sampai saat ini, bahkan pada Jumat 21 Januari 2022, para pekerja kembali melakukan aksi damai atau ujuk rasa agar pihak manajemen kembali mempekerjakan pekerja yang di-PHK.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya berharap perusahaan tidak segera melakukan PHK.

Menurutnya, perusahaan bisa melakukan pekerjaan secara bergilir.

"Menurut saya, harus pelan-pelan berpikir. Karena karyawan kan sudah lama mengabdi, selebihnya mereka tidak ingin mata pencariannya hilang," jelasnya, saat dikonfirmasi, Minggu 23 Januari 2022.

Suryanegara menjelaskan, jika tingkat hunian hotel tersebut rendah, pihaknya menginginkan karyawan bekerja secara gantian.

Dengan begitu semua karyawan akan merasa senasib atau diperlakukan yang sama.

"Jadi carikanlah jalan yang baik agar situasi tetap kondusif. Pada intinya jangan memutus karyawan dengan tergesa-gesa," katanya.

Ia mengaku secara detail belum mengetahui permasalahannya.

Namun pihaknya akan menanyakan, apakah perusahaan atau hotel tersebut akan ditutup sehingga melakukan PHK kepada puluhan karyawannya.

Baca juga: Update PHK di Badung Bali, 1.551 Orang Di-PHK dan 42.409 Orang Dirumahkan Per Juli 2020

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved