Serba Serbi
Black Magic atau Ilmu Hitam, Berikut Cara Mudah Melepaskan Pengaruhnya
Guru Mangku Hipno, menjelaskan cara mudah melepaskan pengaruh black magic. Dosen UHN Denpasar ini, mengatakan salah satu caranya dengan 'Narayana Yoga
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Kemudian seorang religius akan menjawab dirinya adalah atman.
Baca juga: Dipicu Ilmu Hitam, Bocah 2 Tahun Jadi Korban Pembunuhan, Lehernya Disayat
"Filsafat barat menyatakan saya adalah badan ditambah pikiran (mind- body- complex)," sebutnya.
Filsafat India terutama Vedanta menjawab, bahwa saya adalah atman, sang diri ditutupi oleh sarung Panca Maya Kosa, badan (anna), daya hidup(prana), pikiran(manas), kebijaksanaan(vijnana), kebahagiaan(ananda).
"Pertanyaan berikutnya untuk lebih memahami sang diri adalah apakah manusia pada hakekatnya baik atau jahat," katanya.
Thomas Hobbs (1588 - 1679) berpendapat, dalam keadaan alamiah ( state of nature) manusia itu, jahat, keji, dan pendek umurnya ( nasty- brutish- short).
Namun Mencius (372-289 BCE) muridnya Confucius, justru percaya pada hakekatnya manusia baik. Sebab dalam diri manusia terdapat welas asih.
"Tidak ada manusia yang hatinya kosong dari sensitivitas penderitaan orang lain. Siapapun yang hatinya kosong dari welas asih,dari rasa malu, dari rasa benar dan salah, bukanlah manusia," jelasnya.
Vedanta menegaskan sang diri manusia, atman, adalah sat chit dan ananda. Sat artinya keberadaan yang kekal. Chit artinya Kesadaran. Ananda artinya kebahagiaan.
"Jadi pada hakekatnya manusia tidak sekadar baik, tetapi juga tetap ada, abadi, kesadaran dan kebahagiaan," imbuhnya.
Namun faktanya manusia tidak selamanya bahagia, kadang sering menderita.
"Jawabannya karena kita sering salah mengidentifikasikan diri kita. Kita menduga tubuh ini adalah sang diri kita," tegasnya.
Baca juga: Termasuk Mimpi Digigit Hewan Bertaring, Berikut Tanda-Tanda Seseorang Terkena Ilmu Hitam
Lalu Upanisad memberikan gambaran bahwa, secara esensi seseorang adalah jiwa universal yang sama di dalam setiap makhluk.
"Melalui pengalaman yang dialami selama kehidupan sedang menuju tujuan akhir saya, pembebasan dari ikatan," katanya.
Sehingga apapun peristiwa yang dialami bukanlah sesuatu yang buruk, karena semua itu adalah guru terbaik yang disebut pengalaman hidup yang mengajarkan untuk membebaskan diri dari segala keterikatan.
"Jadi semakin kita mampu membebaskan diri dari keterikatan semakin besar kemungkinan kita memahami diri sendiri atau sang diri sejati, semakin besar kita mendapatkan kesadaran diri dan semakin bahagialah hidup kita," imbuhnya. (*)
Artikel lainnya di Serba Serbi