Berita Denpasar

Pembelajaran Kembali Dilakukan via Daring, Guru di Denpasar Memaklumi Demi Kepentingan Orang Banyak

Menurutnya anak-anak dan orang tua sebenarnya sangat antusias sekali terkait dengan pertemuan tatap muka 100%.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
ilustrasi - Anak-anak ketika mengakses internet untuk belajar daring 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu guru di SDN 28 Dangin Puri Denpasar, Ni Putu Wiwik Kusuma Dewi turut memberikan pendapatnya terkait kembalinya dilaksanakan pembelajaran secara daring atau online.

Menurutnya anak-anak dan orang tua sebenarnya sangat antusias sekali terkait dengan pertemuan tatap muka 100%.

"Bisa dibayangkan mereka sudah melalui fase 2 tahun daring, pertemuan tatap muka terbatas, dan akhirnya tatap muka dengan maksimal 6 jp (5 jam) disekolah dengan waktu istirahat 15-30 menit," jelasnya pada, Senin (7 Februari 2022).

Lebih lanjutnya ia menjelaskan namun karena berdasarkan keputusan rapat Gugus Tugas Covid-19 di Denpasar, surat edaran walikota 180/75/HK/2022 Denpasar tentang protokol kesehatan dan pengaturan pembelajaran di satuan pendidikan pada masa pandemi Covid 19 yang menyebutkan bahwa sekolah penyumbang 10%, berdasarkan keputusan Kadisdikpora Kota Denpasar, semua pembelajaran wajib daring.

Baca juga: Baru Merasakan Pembelajaran Tatap Muka, Anin Kembali Belajar Daring Karena Kasus Covid di Bali Naik

"Kami selaku guru dan kepala sekolah di Denpasar selalu mencari inovasi pembelajaran yang tidak terlalu membebani kuota siswa, tugas juga adaptif dengan perkembangan siswa, jam untuk belajar juga tidak kami patok karena siswa masih menggunakan gawai orang tua, dan kami juga selalu berusaha untuk mengurangi learning loss dengan mengomunikasikan dengan orang tua terkait perkembangan siswnya

Kami juga terbuka dengan saran dan masukan orang tua terkait pembelajaran di rumah dan mengusahakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa," tambahnya.

Menurutnya sebagai tenaga pengajar tentunya akan selalu menyesuaikan dengan kondisi yang ada, dimana saat ini kesehatan yang utama.

Ia juga senantiasa akan selalu beradaptasi dengan perubahan yang ada, dan selalu berinovasi, untuk kemajuan pendidikan di Denpasar.

Sementara itu, ditempat yang berbeda Ni Gusti Ayu Parami Yogi selaku Guru TK Besar juga turut memberikan tanggapannya terkait kembalinya pembelajaran secara daring ini.

"Tanggapan saya tentang sekolah yang kembali belajar daring, sebenarnya sedih dan kaget saat tahu kalau akan daring lagi karena rasanya baru sebulan bertemu murid di sekolah.

Baru juga memulai lagi dengan murid-murid, banyak juga yang perlu dikejar oleh mereka karena belajar di rumah tidaklah sama ketika belajar bersama guru di sekolah," kata, Parami.

Dan meskipun diakuinya pembelajaran secara daring ini sulit bagi guru, namun ia sadar bahwa ini demi kepentingan orang banyak.

Tidak ada lagi rasa marah atau kesal.

"Yang ada hanya perasaan pasrah dan menjalani apa yang sudah ditentukan. Semoga semua guru dan orang tua murid sabar dan kuat dalam menjalani daring.

Baca juga: Jaba Pura Ditutup Tembok, Pengempon Pura Dalam Bingin Nambe Denpasar Harapkan Mediasi

Semoga pengorbanan kita tidak sia-sia dan Covid-19 bisa segera hilang," tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved