Tips Kesehatan
Kenali 5 Faktor Penyebab Saraf Kejepit dari dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N
Diketahui pasien yang datang ke rumah sakit banyak yang mengeluhkan tanda saraf kejepit pada daerah leher, punggung atas atau bawah.
TRIBUN-BALI.COM - Saraf Kejepit memiliki istilah lain bernama Hernia Nukleus Pulposus.
Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri bahkan mati rasa pada area tubuh yang terkena.
Saraf kejepit umumnya mengenai pada area tulang belakang.
Diketahui pasien yang datang ke rumah sakit banyak yang mengeluhkan tanda saraf kejepit pada daerah leher, punggung atas atau bawah.
Memang apa saja penyebab dari penyakit saraf kejepit ini?
Baca juga: 10 Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi, Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung, Stroke, dan Saraf
Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Senin 17 Januari 2022, Leo Membaik Scorpio Gangguan Saraf
Baca juga: RAMALAN ZODIAK KESEHATAN Hari Ini 20 Oktober 2021, Pisces Punya Masalah Saraf, Kondisi Taurus Bugar
Untuk mengetahuinya, simak penjelasan dari dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N.
Ermawati adalah seorang dokter spesialis neurologi (saraf).
Semenjak 2018 ia berpraktek di RS Hermina hingga saat ini.
Setelah sebelumnya, ia menjadi dokter jaga di sejumlah klinik dan IGD di wilayah kota Surakarta.
Ermawati mengawali kariernya sebagai Asisten Dosen Biologi Fakultas Kedokteran UNS pada 2006-2007.
Kini dirinya menjadi anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan anggota PERDOSNI (Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia) cabang Surakarta.
Sebelum menjadi seorang dokter spesialis saraf, Ermawati telah menempuh sejumlah jenjang pendidikikan.
Ia menempuh pendidikan SMA di SMAN 4 Surakarta dan lulus pada 2005.
Selanjutnya, dirinya langsung memasuki jenjang pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran UNS Prodi Pendidikan Dokter (2005-2009).
Tepat pada tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai dokter Muda RSUD Dr. Moewardi Surakarta (2009-2011).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/saraf-kejepit.jpg)