Berita Buleleng

Tujuh RTH di Buleleng Ditutup Sementara Akibat Melonjaknya Kasus Covid-19

RTH yang diputuskan untuk ditutup sementara, yakni Taman Kota I Gusti Ngurah Rai, Taman Bung Karno, Taman Yowana Asri, Taman Ki Barak Panji Sakti, Tam

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pintu masuk RTH Taman Bung Karno ditutup, Rabu (9/2). Penutupan dilakukan lantaran penularan Covid-19 di Buleleng kembali melonjak. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Melonjaknya kasus penularan Covid-19 di Buleleng membuat Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Buleleng memutuskan untuk menutup sementara beberapa Ruang Terbuka Hijau ( RTH) yang ada di wilayah perkotaan.

Penutupan dilakukan mulai Rabu (9/2) hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Kepala DLH Buleleng, Gede Melanderat mengatakan, pihaknya telah memasang garis larangan atau barier di pintu-pintu masuk, serta papan imbauan bertuliskan jika RTH ditutup dari semua aktivitas.

Dimana ada tujuh RTH yang diputuskan untuk ditutup sementara, yakni Taman Kota I Gusti Ngurah Rai, Taman Bung Karno, Taman Yowana Asri, Taman Ki Barak Panji Sakti, Taman Rumah Jabatan Bupati, dan Taman Soenda Ketjil.

Melanderat menyebut, penutupan ini dilakukan atas izin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, menyikapi terjadinya lonjakan Covid-19 di Buleleng.

Baca juga: RTH Bung Karno di Buleleng Dikunjungi Ratusan Orang Per Hari, Adiana: Puncak Kunjungan Sore & Malam

Baca juga: RTH Taman Bung Karno di Buleleng Dipelaspas Usai Dikerjakan Selama 7 Bulan

Baca juga: 379 Personel Disiagakan Saat Natal dan Tahun Baru, RTH dan Alun-Alun Ditutup

Mengingat RTH menjadi  tempat wisata masyarakat di perkotaan, sehingga kerap terjadi kerumunan. 

"Kami selaku pengelola RTH harus mengambil peran sangat penting untuk mengurangi perkembangan virus. Ada petugas keamanan yang akan mengawasi,  agar masyarakat sementara tidak melakukan aktivitas di RTH- RTH tersebut. Kalau dalam tiga hari kedepan, penularan mulai menurun, maka RTH akan kembali kami buka," jelasnya. 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Made Astika mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan terkait rencana penutupan venue-venue olahraha. "Surat Edaran dari Sekda sudah ada, kami akan bahas dulu. Besok kepastiannya," singkatnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved