Berita Tabanan

Pelantikan Prajurit TNI AD di Rindam IX/Udayana, Toko Bunga Kecipratan Berkah Pesanan Melonjak

"Kalau hari biasa paling laku 4 hand bucket berisi bunga mawar dan Krisan, hari ini kebetulan ada pelantikan ratusan tentara, kebagian rejeki"

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Andrian
Flowrence Florist dibanjiri pembeli handbucket di Jalan Ngurah Rai, Tabanan, Bali, pada Jumat 11 Februari 2022. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Upacara penutupan pendidikan pertama Bintara (Dikmaba) TNI Angkatan Darat di Lapangan Candradimuka Rindam IX/Udayana membawa berkah bagi usaha-usaha di sekitarnya, seperti warung makan hingga toko bunga.

Keluarga dari para prajurit TNI yang kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) itu berkumpul di sepanjang Jalan Ngurah Rai - Jalan Tendean, Tabanan menanti waktu perjumpaan dengan putra tercinta yang berhasil lulus menempuh pendidikan berbulan-bulan.

Pantauan Tribun Bali, yang menarik ialah ramainya pengunjung keluarga baik dari Bali dan luar Bali ini menghidupkan perekonomian sekitar, salah satunya usaha Flowrence Florist. 

Usaha yang dirintis oleh Intan sejak 4 tahun yang lalu ini kecipratan berkah dari momentum pelantikan prajurit TNI di Rindam IX/Udayana

Di tengah lesunya penjualan bunga karena harga yang naik menjelang Hari Valentine, justru toko bunga miliknya banjir orderan berkali-kali lipat.

Baca juga: Dari Berbagai Status Sosial, 435 Siswa Rindam IX/Udayana Dilantik Jadi Prajurit Aktif TNI AD

Baca juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Dinilai Layak Maju Sebagai Capres 2024, Miliki Modal Kuat Ini

Baca juga: TNI AL Incar Pengadaan Rudal Peluru Kendali Berdaya Tembak 250 Km, Akan Diuji di Laut China Selatan

"Kalau hari biasa paling laku 4 hand bucket berisi bunga mawar dan Krisan, hari ini kebetulan ada pelantikan ratusan tentara, kebagian rejeki, dari buka jam 6 pagi, mulai ramai jam 7 pagi, siang ini sudah laku terjual lebih dari 200 hand bucket dan masih terus bertambah jumlahnya," ungkap Intan kepada Tribun Bali.  

Bahkan, Intan mengaku khawatir atas lonjakan harga bunga dapat menurunkan minat pembeli, namun hal itu terbantahkan, ia menjual handbucket dari harga paling murah Rp 50 ribu saja disambut ramai ratusan pembeli.

"Sebenarnya saya sedang was-was, harga bunga lagi mengalami kenaikan mendekati valentine, biasanya saya jual Rp 30 ribu sekarang Rp 50 ribu ternyata responsnya bagus banyak laku terjual," bebernya. 

Meladeni pesanan para pembeli yang hilir mudik, meskipun mengaku kewalahan, namun Intan tak ingin menolak rejeki, ia bersama tiga orang timnya tampak dengan sabar melayani merangkaikan satu per satu pembeli hand bucket.

"Kami sampai tidak bisa duduk, tapi kami senang karena kebagian berkah, ini membuat semangat dan berkah," ucap Intan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved