Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

4 Kriteria yang Harus Dipenuhi Agar Memiliki Jiwa Sehat

World Health Organization (WHO), mendefiniskan empat kriteria yang harus dipenuhi agar seseorang dapat dikatakan memiliki jiwa sehat.

Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
PIXABAY
4 Kriteria yang Harus Dipenuhi Agar Memiliki Jiwa Sehat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 4 Kriteria yang Harus Dipenuhi Agar Memiliki Jiwa Sehat

World Health Organization (WHO), mendefiniskan empat kriteria yang harus dipenuhi agar seseorang dapat dikatakan memiliki jiwa sehat.

Pertama, seseorang dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dirinya atau mengetahui potensi diri.

Baca juga: BISA TINGKATKAN IMUNITAS Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Cek 6 Manfaat Daun Kelor

Baca juga: BERIKUT PERBEDAAN Omicron dengan Flu Biasa, Serta Cara Pencegahannya

Kedua, seseorang mampu mengatasi konflik dalam hidupnya.

Tidak jadi persoalan jika tidak bisa menyelesaikan masalah secara langsung, namun yang bersangkutan mempunyai kesadaraan akan dirinya, mampu atau tidak menyelesaikan masalah itu.

Jika tidak bisa maka dia akan meminta tolong kepada orang lain. Jika seseorang dapat berlaku seperti itu, maka dia mempunyai jiwa yang sehat.

Ketiga adalah ketika yang bersangkutan dapat berlaku produktif, dimana bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Serta yang terakhir mempunyai peran aktif dalam komunitas atau lingkugannya.

Dokter spesialis kesehatan jiwa dari RSA UGM, dr. Tika Prasetiawati menuturkan, jka satu dari kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka orang tersebut bisa dikategorikan (sebagai) orang dengan masalah kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa.

"Jadi empat komponen itu harus terpenuhi semua,” tutur dokter Tika dikutip dari webinar World Mental Health Day yang diadakan rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM)

Untuk itu penting memahami konsep kesehatan jiwa.

Baca juga: JENIS MASKER yang Ampuh Tangkal Omicron, Masker Kain Tak Disarankan

Baca juga: 9 GEJALA OMICRON pada Orang yang Telah Divaksin

Orang dengan masalah kejiwaan berbeda dengan orang dengan gangguan jiwa.

Tika menjelaskan, orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang sedang berada dalam kondisi rentan mengalami gangguan jiwa.

Misalnya adalah orang-orang yang mengalami penyakit kronis (kesembuhan penyakitnya lama), dimana dia rentan mengalami depresi, cemas, dan stres karena penyakitnya.

Contoh lainnya adalah orang-orang yang baru mendapatkan musibah seperti kebakaran, bercerai, orang yang terkena PHK, dan lain sebagainya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved