Berita Gianyar

Tingkatkan Populasi Sapi, Distanak Gianyar Target 8.500 Inseminasi

di tahun 2022 ini, pihaknya menargetkan inseminasi buatan untuk sapi sebanyak 8.500 ekor. dan per Februari ini sebanyak 992 ekor sapi telah diinsemina

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
ist
Tingkatkan populasi sapi, Distanak Gianyar target 8.500 inseminasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ternak sapi selama ini menjadi salah satu pembantu masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali dalam menghadapi krisis ekonomi pasca pandemi covid-19.

Hal ini juga membantu pemerintah dalam memutar roda ekonomi.

Sebab, nilai jual sapi relatif bagus, dan sapi juga aman untuk diternak, tak seperti babi yang bisa mengalami mati massal. 

Dikarenakan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar menggenjot pertumbuhan populasi sapi di Gianyar dengan cara memberikan pelayanan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik sapi.

Dimana nilai yang ditawarkan untuk IB sapi ini sebesar Rp 50 ribu.

Dimana harga tersebut jauh lebih murah dari harga kawin manual yang rata-rata Rp 150 ribu.

Baca juga: Produktivitas Minim, 98 Sapi di Sentra Ternak Sobangan Badung Akan Dilelang Tahun Ini

Baca juga: Stok Daging Sapi Mulai Langka, Di Supermarket Denpasar Hanya Tersisa Beef Slice

Baca juga: Harga Daging Sapi di Supermarket Kawasan Denpasar Capai Rp 130 Ribu per Kg

Plt Kabid Pembibitan dan Produksi Distanak Gianyar, I Made Santiarka, Senin 21 Februari 2022 mengatakan, di tahun 2022 ini, pihaknya menargetkan inseminasi buatan untuk sapi sebanyak 8.500 ekor.

Saat ini, kegiatan ini sudah berjalan, dan per Februari ini sebanyak 992 ekor sapi telah di inseminasi

"Tahun 2021 lalu IB di Gianyar dengan realisasi 10.950 ekor dengan katagori sapi wajib bunting. Sedangkan jumlah populasi sapi di Gianyar sampai akhir Januari 2022 sebanyak 50.850 ekor. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan jumlah 49.700 ekor," ujarnya. 

Santiarka menegaskan, metode IB sangat rekomended. Sebab, selain harganya relatif murah, metode ini juga mudah diterapkan.

Dimana peternak tidak harus meminjam atau menyewa sapi jantan.

Terlebih lagi, sebagian besar kandang sapi berada di tempat yang aksesnya sulit.

Selain itu, kawin manual memiliki persentase kegagalan yang cukup tinggi.

"Kalau kawin alam, kemungkinan gagal tinggi, juga kualitas bibit tidak stabil tergantung kondisi kesehatan pejantan," ujarnya.

Terkait pelayanan inseminasi buatan ini, Distanak Gianyar menyiapkan 28 orang petugas.

Mereka tersebar di masing-masing kecamatan, dimana untuk per kecamatan ditugaskan empat orang. Kata dia, jumlah petugas tersebut belum ideal.

Baca juga: Sapi Wayan Siteb Dimutilasi Pencuri di Marga Tabanan, Isi Perut dan Iga Ditemukan di Samping Kandang

Baca juga: PROMO Superindo Selasa 11 Januari 2022, Sania Minyak Goreng Rp35.900, Kimbo Sosis Sapi Diskon 50% 

Dimana, petugas kewalahan di sejumlah kawasan.

Seperti Gianyar Utara, Payangan, Tampaksiring dan Tegalalang, mengingat di tiga kawasan tersebut populasi sapinya cukup besar.

"Jumlah petugas memang belum ideal, namun dengan pengaturan kegiatan IB, realisasi bisa terlaksana," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Gianyar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved