Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Memaknai Isra’ Mi’raj dalam Perjalanan Hidup Kita

Meminjam istilah Prof. M. Quraish Shihab, Isra’ diartikan sebagai perjalanan malam, sedangkan Mi’raj adalah alat untuk naik. Isra Mi’raj didefinisikan

Tayang:
Editor: Harun Ar Rasyid
freepik.com
Isra Miraj 2022 

Rasa-rasanya suatu yang tak mungkin dilakukan jika Nabi hanya melakukannya dalam waktu kurang dari satu malam. Namun demikian, peristiwa ini tentu saja bukan akal-akalan yang imajinatif bahkan karangan fiktif belaka, mengingat Nabi adalah pribadi yang jujur nan terpercaya.

Sebab jauh sebelumnya, Muhammad kecil telah mendapat gelar ‘terpercaya’. Ya, gelar ini nabi dapatkan sebab tingkat kejujurannya di atas pada umumnya.

Isu yang berkembang di atas bak berita yang viral, sebagian orang Quraisy tak mempercayainya, bahkan menyebut cerita ini sebagai bentuk berita hoax belaka.

Peristiwa inipun hampir saja tak diamini oleh sahabatnya Abu Bakar.

Karena Abu Bakar pernah singgah sebelumnya, maka untuk meyakinkan dirinya, ia beranikan untuk mengklarifikasi langsung kepada sang baginda.

Berkat tabayyunnya Abu Bakar inilah, setiap cerita yang disampaikan Nabi tidak pernah meleset dan sesuai dengan apa yang pernah dilihatnya.

Inilah sebab musabab mengapa sahabat Abu Bakar kemudian diberi gelar “Ash-Shiddiq” (yang membenarkan), karena dialah satu-satunya orang yang begitu yakin, sangat percaya atas seluruh apa yang diceritakan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Pemkab Jembrana Bagikan Satu Ekor Babi untuk Satu Desa Adat

Baca juga: 10 Drama Korea Terpopuler di Minggu Ketiga Februari 2022, Twenty Five Twenty One Posisi Teratas

Baca juga: KAYA MANFAAT! Ini Cara Mengolah Kulit Bawang, Bisa Dijadikan Keripik Hingga Teh

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang sakral ini banyak mengandung pelajaran yang patut diambil teladannya bagi seluruh umat manusia.

Pertama, senantiasa bertabayyun dalam menerima setiap kabar yang sampai kepada diri kita.

Sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Abu Bakar kepada kekasihnya Nabi Muhammad saat mendengar peristiwa bersejarah di atas.

Tujuannya, memastikan bahwa kabar tersebut benar faktanya, baik bagi yang mendengarkannya, memiliki dimensi kemanfaatan bagi semua, dan tentu sarat dengan pahala.

Kedua, Isra’ yang berarti “perjalanan” dalam waktu singkat adalah cerminan perjalanan seluruh kehidupan manusia di kancah dunia ini.

Betapa cepatnya waktu berputar setiap hari, tanpa dapat ditahan laju geraknya searah jarum jam, terlebih dengan kecanggihan tekhnologi yang semakin mendekatkan yang jauh dan menyingkatkan yang panjang. Tanpa disadari, tubuh mulai merasakan penuaan, rambut mengalami ‘keputihan’, usia tak muda lagi, tetiba ajal telah tiba di hadapan tuannya.

Ketiga, kehidupan manusia ibarat sebuah perjalanan, dimulai level yang terendah menuju tingkat yang lebih tinggi, ibarat manusia lahir kemudian menjadi bayi, anak, remaja, dewasa hingga tua.

Setiap momen perjalanan tersebut bertemu dengan banyak orang dan pengalaman.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved