Berita Buleleng

KRONOLOGI Perkelahian Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng, Begini Penjelasan Kapolsek Banjar

Penyidik Polsek Banjar hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus perkelahian antara dua keluarga di Kaliasem Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
kolase tribun bali
Ilustrasi perkelahian. KRONOLOGI Perkelahian Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng, Begini Penjelasan Kapolsek Banjar 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - KRONOLOGI Perkelahian Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng, Begini Penjelasan Kapolsek Banjar.

Penyidik Polsek Banjar hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus perkelahian antara dua keluarga asal Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. 

Kapolsek Banjar Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, ada empat saksi yang telah diperiksa oleh pihaknya.

Terdiri saksi korban, saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), serta saksi yang sempat ikut minum minuman keras bersama terlapor dalam hal ini Kadek Arsana alias Toris.

Baca juga: Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng Berkelahi, Berujung Saling Lapor Polisi

Kompol Sudarsana menyebut, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, sebelum perkelahian itu terjadi, Toris sempat mengikuti pesta miras bersama sejumlah warga di dekat rumahnya.

Setelah minum, terjadi saling sahut antara Toris dengan keluarga Putu Mas Merta.

Hal ini kemudian menyebabkan ketersinggungan hingga berujung pada perkelahian. 

"Dugaan sementara seperti itu. Toris sempat minum-minum di dekat rumahnya. Sementara pelapor (keluarga Putu Mas Merta) tidak minum, mereka ada di rumahnya.

Setelah minum-minum, terjadi saling sahut antara pelapor dan terlapor, hingga saling tantang dan berujung pada penganiayaan. 

Ini masih kami dalami lagi, karena hingga saat ini terlapor (Toris,red) belum bisa dimintai keterangan, karena masih merasa pusing akibat luka di kepalanya," ungkapnya. 

Saat disinggung apakah luka yang dialami oleh terlapor didapati lantaran pelapor mencoba untuk melindungi diri, Kompol Sudarsana mengaku belum bisa memastikan.

"Belum bisa saya pastikan seperti itu. Karena beberapa pelapor masih dirawat di ICU, jadi belum bisa kami mintai keterangan juga.

Kalau semua sudah bisa dimintai keterangan, kami akan melakukan gelar perkara, kemudian penetapan tersangka. Jadi mohon bersabar, penyidik masih mendalami kasus ini," terangnya. 

Imbuh Kompol Sudarsana, Toris juga melaporkan kasus ini ke polisi lantaran merasa menjadi korban.

Baca juga: BREAKING NEWS - Dua Keluarga di Buleleng Terlibat Perkelahian, Alami Luka Tusuk hingga Pendarahan

Namun laporan itu dilayangkan di Polres Buleleng.

"Kenapa di Polres Buleleng, ini agar penyelidikan profesional. Tidak berat sebelah. Jadi laporan Toris akan ditindaklanjuti oleh Reskrim Polres Buleleng. Sementara laporan keluarga Putu Mas Merta kami yang tindaklanjuti," jelasnya. 

Terpisah, Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat ini ada tiga korban penganiayaan yang dirawat inap di RSUD Buleleng.

Diantaranya adalah Putu Mas Merta, bersama dua anaknya yakni Kadek Bayu Widana (17) dan Komang Neka Muliadi (14).

Sementara istri dari Putu Mas Merta bernama Luh Ayu Widiani hanya rawat jalan. 

Untuk Putu Mas Merta dan Komang Neka harus dirawat di ruang ICU 2, karena sempat menjalani operasi.

Tindakan operasi dilakukan sebab berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Putu Mas Merta dinyatakan mengalami cedera kepala berat.

Sementara Komang Neka Muliadi mengalami cedera otak sedang.

"Setelah menjalani operasi, kedua pasien kondisinya sekarang sudah stabil, kesadarannya juga sudah normal. Namun masih perlu dievaluasi lebih lanjut.

Sementara pasien atas nama Kadek Bayu mengalami CKR dan sudah diberikan penanganan. Untuk pasien Luh Ayu Widiani rawat jalan," terangnya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved