Berita Gianyar
Mereka Masuk ke Tempat Relokasi, Disperindag Benahi Pedagang Pasar Tradisional Ubud
Pasar Tradisional Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali sudah dibongkar untuk nantinya direvitalisasi.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasar Tradisional Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali sudah dibongkar untuk nantinya direvitalisasi.
Pemkab Gianyar telah menyediakan tempat untuk para pedagang di Pasar Tradisional Singakerta, Kecamatan Ubud.
Namun diduga karena image pasar ini selalu sepi, sehingga diduga menjadi penyebab para pedagang Pasar Ubud enggan ke sana.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang memilih membuka lapak di pinggir jalan di depan Pasar Ubud.
Baca juga: Akan Ada Trem, Pasar Seni, Tempat Kuliner & Toilet Pada Penataan Pantai Samigita di Badung
Hal tersebut masuk dalam kategori pelanggaran Perda Ketertiban Umum.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Disperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary mendatangi para pedagang, Minggu 20 Maret 2022.
Eka didampingi perangkat pemerintahan kecamatan pun mendengarkan aspirasi para pedagang Pasar Ubud.
Diketahui, mereka yang memilih berjualan di trotoar atau emper toko, serta rumah milik penduduk akibat tak mau berjualan di tempat relokasi, dalam hal ini Pasar Singakerta.
"Dan Minggu 20 Maret 2022 para pedagang ini sudah masuk ke tempat yang kami siapkan yaitu, pedagang di Jalan Sueta masuk ke sentral parkir Pura Batu Karu dan yang berjualan di Jalan Raya Ubud masuk ke sentral parkir Monkey Forest," ujarnya.
Perlu diketahui, Pasar Singakerta ini tidak jauh dari Pasar Ubud. Lokasinya berdekatan dengan Desa Nyuh Kuning, Ubud yang merupakan salah satu lumbung turis di Ubud.
Sementara kondisi pasarnya sendiri, telah memiliki bangunan permanen, dengan parkir kendaraan layak, serta kios-kios yang juga layak.
Baca juga: Pedagang di Pasar Tradisional Ubud Tak Mau Pindah ke Tempat Relokasi, Disperindag Gianyar Putar Otak
Namun memang, sejak selesai dibangun pada masa Bupati Gianyar, Cok Ace, pasar tersebut terkesan terbengkalai.
Sebab tidak banyak pembeli yang ke sana. Sebagian besar pembeli masih memilih Pasar Ubud.
Memahami kondisi tersebut, Kadisperindag, Eka Suary telah mengundang sejumlah pihak untuk memecahkan persoalan pedagang di Ubud yang tak mau ke Singakerta.
Pihak yang diajak berdiskusi adalah Desa Adat Ubud, Yayasan Bina Wisata, Camat Ubud, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga OPD terkait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pedagang-pasar-ubud-sempat-berjualan-secara-liar-minggu-20-maret-ini-telah.jpg)