Berita Denpasar

Puluhan Mahasiswa Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah Turunkan Harga BBM, PPN dan Kebutuhan Pokok

Puluhan Mahasiswa Turun Kejalan, Suarakan Aspirasi Masyarakat, Yugo: Kita Amankan Secara Humanis

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto: Ahmad Firizqi Irwan.
Aksi dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang menyampaikan pendapat ke muka umum dengan turun ke jalan mendapatkan pengamanan ekstra dari pihak kepolisian dan instansi tekait lainnya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang menyampaikan pendapat ke muka umum dengan turun ke jalan mendapatkan pengamanan ekstra dari pihak kepolisian dan instansi tekait lainnya.

Mereka turun ke jalan dengan berorasi dari Parkir Timur Renon menuju ke pintu depan monumen Bajra Sandhi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali hingga di depan pintu masuk Gubernur Bali.

Dalam aksinya yang diikuti sekitar 20 orang ini, mereka bergerak menggunakan mobil truk engkel semberi menyuarakan dan membentangkan tujuh poster bertuliskan aspirasinya diantaranya.

'Wujudkan Pasal 33 UUD 1945', 'Turunkan harga BBM, PPN dan Kebutuhan Pokok. Wujudkan Pasal 33 UUD 1945', 'Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok', 'Tolak Kenaikan Tarif Dan PPN!', 'Tuntaskan Kasus Kelangkaan Solar', 'Segera Turunkan Harga BBM Pertamax', 'Pemerintah Harus Berbenah atau Punah!!! Wujudkan Pasal 33 UUD 1945'.

Para mahasiswa ini pun turun ke jalan sesuai waktunya, Senin 11 April 2022 pukul 15.00 wita dan mendapatkan pengamanan sebanyak 363 personil gabungan.

Baca juga: Ayah Setubuhi Anak Tiri Lalu Kabur ke Lombok, Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandung SL

Baca juga: KRONOLOGI ADE ARMANDO Dikeyorok Massa Aksi, Ibu-ibu Teriak: Buzzer, Munafik, Sempat Ditelanjangi

Baca juga: PERSIB BANDUNG & PERSIJA JAKARTA Saling Jegal Soal Transfer Pemain, Ada 3 Sosok Masuk Bursa Transfer

Bahkan dari pantauan Tribun Bali, mahasiswa sempat mencoba mengeruduk kantor DPRD Provinsi Bali namun tidak bisa, selanjutnya mereka hanya bisa memasang spanduk di pager pintu masuk DPRD Provinsi Bali.

Dikonfirmasi di lokasi kegiatan, I Wayan Mudra selaku Wakil Pecalang Kota Denpasar mengatakan anggota Pecalang yang ada di Kota Denpasar diturunkan dalam pengamanan ini.

"Personil yang diterjunkan ada 70 orang dari Kota Denpasar, sisanya ada di masing-masing Desa. Disini Pecalang Kota Denpasar tergabung Desa Kalapatra (aturan Desa), ada 35 Desa Adat yang turun ke lokasi," ujar I Wayan Mudra, Senin 11 April 2022.

Lanjut dalam pengamanan ini, para Pecalang turun dengan mengedepankan rasa humanis kepada para mahasiswa.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas yang turun ke lokasi untuk memantau jalannya demo menyebutkan anggota personilnya dengan pihak terkait lainnya.

Melaksanakan pengamanan dengan mengedepankan rasa humanis mengingat yang dihadapi dalam pengamanan ini adalah adik-adik mahasiswa.

"Kita melaksanakan pengamanan dengan mengedepankan humanis. Kita layani mahasiswa agar bisa menyampaikan aspirasi. Kita dibantu pecalang, satpol PP," ujar AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Lanjut mengenai apakah kegiatan demo ini sudah mendapatkan ijin, ia mengatakan tidak ada hanya ada pemberitahuan saja kepada pihak keamanan.

"Mereka tidak ada izin hanya sekedar pemberitahuan saja. Mereka 3 hari sebelum demo (memberitahukan)," tambahnya.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved