Berita Denpasar
Denpasar Dikepung Sampah, Kini Sampah Meluber di Jalan Pulau Seram Denpasar
Sampah masih terus mengepung Ibu Kota Provinsi Bali yakni Kota Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sampah masih terus mengepung Ibu Kota Provinsi Bali yakni Kota Denpasar.
Setelah sampah menggunung di TPS Monang Maning hingga menutup Jalan Merpati Desa Tegal Kertha, kini sampah menggunung dan meluber lagi di depo Jalan Pulau Seram Desa Dauh Puri Kelod Denpasar pada Selasa, 12 April 2022.
Sampah ini bahkan memakan setengah lebih badan Jalan Pulau Seram yang berada di barat Level 21.
Baca juga: Mantan Kapolsek Denpasar Barat Pimpin Penangkapan 17 Orang di Jakarta, Buntut Aksi 11 April 2022
Kendaraan yang lewat di sana, bahkan harus bergiliran dan pelan-pelan untuk bisa lewat.
Khusus untuk mobil harus pelan-pelan agar tak terkena pembatas jalan yang berada di sisi barat.
Bahkan security Level 21 pun harus turun tangan untuk ikut mengatur lalu lintas.
Tumpukan sampah ini memiliki tinggi kurang lebih satu meter dan memakan badan jalan sepanjang kurang lebih 6 meter.
Salah seorang tukang parkir di kawasan tersebut, Wayan Darmayasa mengatakan sampah ini sudah meluber sejak kemarin.
Baca juga: Denpasar Masih PPKM Level II, 40 Orang Terjaring Sidak Masker di Jalan Imam Bonjol
Karena sejak beberapa hari sampah di tempat ini tidak diangkut.
“Sudah sejak kemarin dulu ini tidak diangkut. Kejadian seperti ini sering terjadi di sini. Katanya loadernya lagi rusak, pernah juga truknya katanya yang rusak,” katanya.
Darmayasa juga mengeluh karena hampir seperempat lahan parkir tempatnya bertugas dimakan sampah.
“Padahal itu lumayan kalau ada yang parkir di sana, saya harus nyetor ke PD Parkir lagi,” katanya dengan mimik wajah kecewa.
Ia pun sangat menyayangkan kondisi ini dan seharusnya sampah ini tak harus meluber sampai ke jalan raya.
Baca juga: Permasalahan Sampah di Denpasar Tak Kunjung Usai, Dewan: Pola Penanganan Harus Diubah
Apalagi TPS atau depo sampah ini berada di dekat pusat perbelanjaan.
Terkait hal tersebut, dikonfirmasi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan jika keterlambatan pengangkutan sampah ini diakibatkan oleh kerusakan alat berat di TPA Suwung.