PEMECATAN Dibatalkan, Bertemu Jenderal Dudung, Henz Songjanan Dipastikan Dilantik Jadi Prajurit TNI

Henz tersenyum bahagia karena KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan akan melantik menjadi anggota TNI.

Editor: Bambang Wiyono
Humas Pendam XVI
Henz Songjanan Prajurit Siswa Secata PK Rindam XVI/Pattimura berfoto bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Rabu (13/4/2022).  

TRIBUN-BALI.COM, AMBON - Henz Songjanan, siswa sekolah calon tamtama (Secatam) Rindam XVI Pattimura bisa bernapas lega.

Henz yang semula dipecat oleh Kodam Pattimura dan diputuskan untuk tidak ikut dilantik karena ada kesalahan administrasi saat pendaftaran, kini tersenyum bahagia. 

Henz tersenyum bahagia karena KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan akan melantik menjadi anggota TNI.

Baca juga: Beredar Kabar Calon Prajurit Diberhentikan Jelang Pelantikan, Kodam Pattimura Buka Suara

Bahkan, Henz bisa secara langsung bertemu dengan Jenderal Dudung.

Henz sebelumnya sempat dikeluarkan dari pendidikan tantama lewat upacara pemecatan secara tidak hormat beberapa hari lalu.

Pemecatan Henz dilakukan sepekan menjelang pelantikan sebagai anggota TNI pada 16 April 2022.

Baca juga: Hens Songjian, Calon Prajurit TNI yang Dipecat Jelang Pelantikan, Ini Penjelasan Kodam Pattimura

"Minggu depan Henz Songjanan akan segera dilantik sebagai anggota TNI AD," kata Jenderal Dudung usai memberikan kuliah umum di Auditorium Kampus Universitas Pattimura, Kota Ambon, Rabu (13/4/2022).

Jenderal Dudung mengatakan, dalam kasus Henz hasil tes administrasi harusnya dapat diteliti secara saksama sebelum keputusan dibuat.

"Dalam pelaksanaan pendidikan tidak serta merta hasil tes administrasi ditetapkan saat itu saja," ujarnya.

Baca juga: SOSOK Mayjen Richard yang Disorot saat Hens Songjanan Dipecat dari Calon Prajurit, Besar di Kopassus

Namun lanjutnya, penilaian hasil akan terus dilakukan pengecekan selama pendidikan oleh para Babinsa dan Intelijen di lapangan.

Dia mengakui, orangtua Henz tercatat masih berkewarganegaraan Myanmar.

Saat pengecekan, ternyata orangtua Henz melakukan pelanggaran untuk mendapatkan dokumen kependudukan.

"Nah di situ ada penipuan data. Kemudian yang bersangkutan (Henz) mengikuti pendidikan," ujarnya.

Meski begitu, Jenderal Dudung mengaku Henz tidak mengetahui masalah tersebut.

Henz, kata dia, hanya berniat menjadi seorang anggota TNI.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved