Berita Denpasar

Dramatis, Ini Pesan Tablo Jalan Salib Jumat Agung Yang Dibawakan Gereja Katolik Santo Petrus

Pertunjukan ini tentunya sangat menguras emosi dimana menggambarkan situasi yang dialami Yesus pada 2000 tahun lalu.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Tablo Jalan Salib Jumat Agung Yang Dibawakan Gereja Katolik Santo Petrus, jelang paskah pada, Jumat 15 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gereja Katolik Santo Petrus yang berlokasi di Monang-maning, Denpasar adakan ibadah Jumat Agung untuk sambut Hari Raya Paskah pada, Jumat 15 April 2022.

Ketika ditemui, RD. Yohanes Martanto Sebagai Pastor Paroki di Gereja tersebut mengatakan sebelum ibadah Jumat Agung sore nanti, pihaknya mengadakan Tablo atau drama panggung 'Jalan Salib Jumat Agung'. 

"Pada hari ini Gereja Katolik Santo Petrus merayakan hari raya Jumat Agung, ini akan menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus yang terjadi 2 ribu tahun lalu," ungkapnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, dalam hal ini Yesus harus menderita karena ia ingin menebus dan menyelamtkan umat manusia yang ada di dunia ini.

Karena dosa-dosa dari seluruh manusia ini maka ia harus dipaku dan di salib hingga wafat di Bukit Golgota dan itulah sebagai ungkapan penuh cinta Allah yang paling agung kepada umatnya.

Baca juga: Happy Easter! Ini 55 Ucapan Selamat Hari Paskah, Bisa Digunakan untuk Update Status di Medsos

Baca juga: Momen Libur Paskah 2021, Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Selama 5 Hari Capai 62 Ribu 

"Ia ingin membebaskan dan menyelamatkan umatnya, itu kira-kira yang menjadi pesan umum yang disampaikan dalam kisah Tablo yang dibawakan oleh orang muda Katolik Santo Petrus Denpasar tadi," tambahnya. 

Sementara jumlah pemain tablo yang terlibat dalam aksi panggung tersebut sekitar 51 orang.

Pertunjukan ini tentunya sangat menguras emosi dimana menggambarkan situasi yang dialami Yesus pada 2000 tahun lalu.

Lamanya pertunjukan tablo tersebut yakni 1 jam lewat 20 menit. 

"Karena situasi pandemi ini tablo tetap berjalan namun tetap menerapkan prokes. Jadi para pemainnya kita batasi dan juga mereka harus menjaga prokes karena masih dalam konteks pandemi. Jadi para pemainnya masih sangat terbatas kalau yang sesungguhnya pesertanya banyak tetapi ini saya batasi karena masih pandemi," tandasnya. 

Sebelumnya tablo ini sudah dua tahun tidak pentaskan karena pandemi Covid-19, akhirnya setelah ada kelonggaran pertunjukan ini bisa di pentaskan kembali menjelang Paskah ditahun 2022. 

Johanes Eudes Jordan Siran selaku pemeran yesus mengutarakan bagaimana perasaanya ketika memerankan tokoh tersebut.

Baca juga: Penumpang ke Nusa Penida Meningkat, Naik 30 Persen Selama Liburan Panjang Paskah

Baca juga: Jelang Perayaan Paskah, Ratusan Personel Polres Jembrana Perketat Pengamanan di Gereja

Johanes mengaku tentunya memerankan Yesus itu tidak mudah, butuh waktu dua bulan baginya untuk mendalami peran tersebut. 

"Untuk menghayati lumayan sekitar lama dua bulanan. Berat sekali tantangannya mulai dari dicambuk sampai disalib tantangannya luar biasa. Latihannya juga dua bulan. Perasaan saya sangat senang diberikan kesempatan untuk memerankan yesus. Pesan saya kepada umat agar selalu berdoa jangan lupa pada tuhan karena tuhan kita ada disini," kata, Johanes. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved