Berita Denpasar

Edarkan Sabu, Ditangkap di Kosnya di Denpasar, Agus Wijantoro Pasrah Divonis 8 Tahun Penjara

Agus Wijantoro (19) hanya bisa pasrah menerima hukuman pidana penjara selama delapan tahun yang dijatuhkan majelis hakim.

Shutterstock
Ilustrasi sabu - Edarkan Sabu, Ditangkap di Kosnya di Denpasar, Agus Wijantoro Pasrah Divonis 8 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Agus Wijantoro (19) hanya bisa pasrah menerima hukuman pidana penjara selama delapan tahun yang dijatuhkan majelis hakim.

Terdakwa Agus divonis karena terbukti bersalah terlibat peredaran narkotik jenis sabu.

Diketahui, Agus ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polda Bali di kamar kosnya di Jalan Tunjung Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dengan barang bukti 35 paket sabu siap edar. 

Amar putusan terhadap terdakwa telah dibacakan majelis hakim dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN). 

Baca juga: Temukan Sabu Serebat 35 Kilogram, Polda Bali Pecahkan Rekor Pengungkapan Tahun Ini

"Hakim memutus pidana delapan tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara kepada terdakwa Agus Wijantoro," ungkap Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum terdakwa saat ditemui di PN Denpasar, Senin, 18 April 2022.

Menanggapi putusan majelis hakim, kata Desi Purnani Adam, kliennya langsung menyatakan menerima. "Terdakwa menerima," kata pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Pula sikap yang sama disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya jaksa melayangkan tuntutan pidana penjara selama sembilan tahun, denda Rp 1 miliar subsidair satu tahun penjara kepada terdakwa Agus. "Jaksa juga menerima," imbuh Desi Purnani Adam.

Baca juga: Petugas Lapas Kerobokan Gagalkan Penyelundupan Sabu yang Disembunyikan Dalam Kotak Susu

Sementara itu dalam amar putusan majelis hakim dinyatakan, bahwa terdakwa Agus telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. 

Sebagaimana dakwaan pertama jaksa, Agus dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa, bahwa terdakwa Agus ditangkap di kamar kosnya, Jalan Tunjung Sari, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Senin, 15 November 2021 sekitar Pukul 15.00 Wita. Terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polda Bali. 

Baca juga: Terlibat Jual Beli Sabu dan Ekstasi, Agung Katoi Divonis Penjara 7,5 Tahun 

Usai berhasil meringkus terdakwa, selanjutnya petugas kepolisian melakukan penggeledahan di kamar kos milik terdakwa.

Dari hasil penggeledahan berhasil diamankan 35 paket sabu siap edar dengan berat keseluruhan 11,91 gram. 

Selain itu diamankan juga 1 buah timbangan digital, 1 bendel plastik klip bening dan barang bukti terkait lainnya.

Saat diinterogasi, terdakwa mengakui narkotik jenis sabu tersebut diperoleh dari seseorang bernama Bentol. Terdakwa kenal sebelumnya dengan Bentol dari teman. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved