Berita Denpasar

Dinkes Bali Tanggap Rabies, Gelar Workshop Libatkan 32 Stakeholder

Dalam rangka menanggulangi rabies, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyelenggarakan Workshop Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan da

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Marianus Seran
Istimewa
Vaksinasi terhadap anjing usai kasus gigitan anjing rabies di Banjar Pangkung Dedari, Jembrana, Bali, Kamis 25 Maret 2021 

 

TRIBUN-BALI, DENPASAR - Dalam rangka menanggulangi rabies, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyelenggarakan Workshop Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan dan Pemberantasan Rabies di Provinsi Bali.


Kegiatan dilaksanakan Rabu, 20 April 2022 bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Bali. 


Sebanyak 32 stakeholder yang membidangi atau berkutat dengan rabies dilibatkan. 

Kegiatan dilangsungkan secara luring dan juga daring mengingat ada beberapa peserta berasal dari luar Bali, seperti dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Denpasar Masih Terus Gelar Sidak Masker, 20 Orang Terjaring di Tonja


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widia,SKM,M.Kes mengatakan workshop ini merupakan upaya untuk menanggulangi rabies yang meningkat.

Dalam kesempatan ini, pihaknya mengundang beberapa daerah yang telah berhasil menanggulangi rabies dengan membentuk Kader Siaga Rabies (KASIRA).


"Kita mengajak teman-teman kabupaten/kota khususnya Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng yang saat ini kasusnya sedang naik sejak tahun kemarin untuk melihat teman-teman provinsi lain yang sudah duluan berhasil," ujar I Wayan Widia,SKM,M.Kes.


Menurutnya, penanggulangan dan pemberantasan rabies memerlukan peran serta dari masyarakat.


Hal ini berlandaskan pada tujuan tahun 2030 yaitu dunia menargetkan untuk bebas dari rabies.

Baca juga: KISAH Wayan Sikiani, Wanita Paruh Baya yang Berprofesi Sebagai Tukang Suun di Pasar Badung Denpasar


Oleh karena itu, masyarakat perlu dibina dan dilatih untuk menjadi ujung tombak pemberantasan rabies yang akan bermula melalui workshop ini.


Masyarakat terlatih ini diharapkan akan menjadi jembatan antara petugas dinas dan masyarakat umum dan mampu menjadi pionir pemeliharaan Hewan Penular Rabies (HPR) yang aman dan sehat.

Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, pihaknya juga mengundang narasumber yang berasal dari kancah nasional.

Mereka diantaranya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, Direktur Kesehatan Hewan (Keswan), Kementerian Pertanian RI, Team Leader Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP), dan DIrektur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementan RI.


Selain itu, ada juga lessons learned yang mengundang kader-kader daerah yang berhasil dalam penanggulangan rabies di daerahnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved