Berita Bali

Border Internasional Sudah Dibuka Tingkat Okupansi Hotel di Bali Masih Rendah 

Pasca border Internasional dibuka pada 14 Oktober 2022 lalu, kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) alami kenaikan di Bali.

Istimewa
Maskapai Turkish Airlines dengan pesawat Boeing 787-900 Dreamliner berhasil melakukan pendaratan perdana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa (29/3/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca border Internasional dibuka pada 14 Oktober 2022 lalu, kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) alami kenaikan di Bali.

Namun menurut Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua PHRI Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati ( Cok Ace) Idul Fitri tidak berpengaruh signifikan untuk kedatangan wisatawan. 

"Kalau terhadap wisata wisman ini Lebaran tidak banyak pengaruhnya. Namun demikian secara alami meningkat juga, sekarang sudah menyentuh angka 3.000 dari 2.000. Jadi sedang mengalami peningkatan, penerbangan juga meningkat," jelasnya pada, Selasa 26 April 2022. 

Lebih lanjutnya orang nomor dua di Bali tersebut mengatakan, khusus untuk wisatawan domestik (wisdom) diyakini akan terjadi peningkatan kunjungan yang luar.

Untuk saat ini total wisatawan domestik yang kunjungi Bali setelah adanya kelonggaran yakni sejumlah 7.500 orang.

Baca juga: Dies Natalis ke-5, Politeknik Internasional Bali & WIR Group Siapkan Sektor Pariwisata ke Metaverse

Baca juga: Bali jadi Tuan Pertemuan Internasional BNEF Net Zero Summit Pertama

Ia juga memprediksi kedepannya akan ada sebanyak 15.000 kunjungan bahkan lebih.

Sementara untuk okupansi hotel karena jumlah wisatawan belum normal seperti sebelum Covid-19, Cok Ace mengakui okupansi hotel belum meningkat.  

"Walaupun sudah meningkat dua kali lipat tetap juga volumenya cuma 15 ribu sedangkan jumlah kamar 140 ribu lebih. Di Nusa Dua saja katakanlah yang sentralnya di Bali itu masih dibawah 30 persen okupansinya, tidak apa-apa, kita terus bergerak," tambahnya. 

Menurutnya dengan meningkatnya jumlah wisatawan setelah pandemi ini berdampak pada psikologis masyarakat.

Ia juga mengamati kini beberapa akomodasi khususnya Restoran sudah mulai dipadati wisatawan yang meskipun jumlahnya tidak sebanyak sebelum Covid-19. 

"UKM juga bisa dilihat, di Desa saya, sudah buka sekarang. Warung-warung, artshop-artshop sudah semua buka, walaupun jumlah yang berkunjung tidak sesuai harapan, tapi mereka sudah punya semangat untuk kembali normal," imbuhnya. 

Cok Ace mengklaim baik pada wisman dan wisdom memiliki kontribusi yang sama untuk pariwisata Bali.

Untuk jumlah wisman memang dinilai belum seberapa yakni 3.000 orang.

Baca juga: Lowongan Kerja Bangli, Shopee Internasional Indonesia Buka Loker, Begini Syaratnya

Baca juga: Layani 8 Rute Internasional Reguler, Penerbangan dari Perth Mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali

Tentunya angka tersebut sangat berbeda ketika sebelum terjadinya wabah Covid-19 yang menyentuh angka hingga 17.500 sampai 18.000. 

"Sekarang baru 3.000 kan masih jauh sekali. Sedangkan kalau wisdom dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan, akses jalan diperbaiki, penerbangan ditingkatkan, saya kira keduanya mempunyai dampak yang sama," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved