Berita Klungkung
Kisah Heroik Perang Puputan Klungkung yang Diperingati Setiap Tanggal 28 April
Tanggal 28 April diperingati setiap tahunnya sebagai hari Puputan Klungkung.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Masyarakat yang bersenjata keris dan tombak , dengan berani menghalau serangan meriam dari kolonial.
Serangan pasukan Klungkung baru dapat dapat dipatahkan setelah 6 hari pertempuran.
Pertempuran 6 hari berturut-turut membuat kolonial kehilangan cukup banyak pasukan.
Tanggal 27 April 1908, kolonial kembali mengirim pasukan dan berlabuh di Kusamba dan Jumpai.
Masyarakat di dua desa tersebut melakukan perlawanan, untuk menghalau pasukan kolonial masuk ke pusat pemerintahan Kerajaan Klungkung di Semarapura.
Sampai akhirnya Belanda berhasil mengepung istana.
Puncaknya tanggal 28 April 1908, Belanda berhasil menembus pertahanan Kerajaan Klungkung dan merangsek masuk ke dalam istana.
Tepatnya di depan Pemedal Agung. Semua rakyat berpakaian putih mengorbankan jiwa raga untuk puputan (Bertempur habis-habisan) di depan istana kerajaan.
"Tidak hanya rakyat, keluarga kerajaan hingga putra mahkota saat itu yang masih anak-anak, Ida I Dewa Agung Gede Agung ikut keluar istana untuk bertempur dan gugur bersama kerabat kerajaan lainnya," ungkap Ida Dalem Semara Putra.
Saat itulah sang raja Ida Dewa Agung Jambe melaksanakan dharmaning ksatria, yaitu kewajiban tertinggi seorang kesatria sejati.
Ia keluar istana, ikut pertempuran dan gugur bersama rakyatnya di depan depan Pemedal Agung.
"Pemedal Agung di areal Kerta Gosa merupakan saksi bisu perang Puputan Klungkung. Pada masanya, menunjukkan sikap masyarakat Bali, yang menempatkan kedaulatan dan kehormatan di atas segala-galanya. Semangat dan rasa nasionalime itulah yang harusnya diwariskan oleh generasi muda saat ini," jelas Ida Dalem Semara Putra.
Mentauladani Perjuangan Ida Dewa Agung Jambe Sebagai Calon Pahlawan Nasional
Sementara itu Pengusulan Ida Dewa Agung Jambe sebagai pahlawan nasional sudah lolos seleksi dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP).
Hanya tinggal menunggu keputusan dari presiden untuk penetapan pahlawan nasional.