Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

PERANG Tarif! Okupansi Nusa Penida Diprediksi Naik Juli-Agustus Mendatang

Maraknya perang tarif antara pengelola akomodasi wisata pun, menjadi perhatian Ketua BPC PHRI Klungkung, I Wayan Kariana.

Istimewa
PENATAAN PANTAI - Pemandangan Pantai Tanjung Juntil, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Pemkab Klungkung berencana menata Pantai Tanjung Juntil. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 4 miliar. 

TRIBUN-BALI.COM -  Pariwisata di Nusa Penida diprediksi akan mulai berangsur bangkit, pada Juli-Agustus 2022 mendatang.

Hal ini ditandai dengan mulai adanya pesanan kamar, ke beberapa akomodasi wisata di Nusa Penida.

Maraknya perang tarif antara pengelola akomodasi wisata pun, menjadi perhatian Ketua BPC PHRI Klungkung, I Wayan Kariana.

Baca juga: GERD! Hindari Buah Ini Agar Kesehatan Tubuh Tetap Aman

Wayan Kariana menuturkan, pada liburan panjang Idul Fitri 2022, Nusa Penida memang ramai dikunjungi wisatawan.

Namun hal itu belum berpengaruh signifikan, terhadap okupansi akomodasi wisata seperti hotel ataupun restaurant di Nusa Penida.

Baca juga: PUTIN Jalani Operasi Kanker, Serahkan Kekuasaan ke Orang Kepercayaan

Okupansi baru diperkirakan akan meningkat pada Juli hingga Agustus 2022 nanti, karena sudah mulai adanya bookingan atau pesanan kamar dari wisatawan.

Masalah perang tarif antar pengelola akomodasi wisata pun, menjadi perhatian para pelaku pariwisata di sana. 

Mengingat saat ini kebanyakan kamar dijual, dengan harga sangat murah, dan bahkan tidak sebanding jika dibandingkan fasilitas yang diberikan.

Baca juga: NARKOBA, Terlibat Edarkan Sabu dan Ganja Yogi Dituntut 9 Tahun Penjara

"Sekarang temen-temen juga perang harga. Bayangkan saja, penginapan di pinggir pantai yang standar harganya Rp1,2 juta semalam, bisa dijual dengan harga Rp300 ribuan. Kasian juga temen-temen (pengelola akomodasi wisata) yang jauh dari pantai," ujar Wayan Kariana, Selasa 3 Mei 2022. 

Ia mengaku sudah melakukan pendekatan ke beberapa pengelola akomodasi wisata, yang menjual kamar dengan harga sangat murah.

Alasan mereka, jelas dia, agar akomodasi wisata yang mereka kelola bisa memiliki kehidupan pasca sepi akibat pandemi.

Walaupun hal itu masih jauh dari keuntungan, dan bahkan belum sebanding dengan biaya perawatan kamar.

Baca juga: Libur Lebaran 2022, Nusa Penida Ramai Tapi Okupansi Masih Rendah

Jika terus berlarut, menurutnya ini akan berpengaruh buruk terhadap industri pariwisata di Klungkung, khususnya di Nusa Penida.

Wacana untuk meratakan harga memang beberapa kali sudah mencuat, namun realisasinya ternyata tidak mudah.

" Saya dalam waktu dekat ini mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam acara semacam pelatihan oleh Dinas Pariwisata Klungkung. Saya coba menyampaikan dan mengilustrasikan jika mereka jual murah (kamar), alasannya apa dan dampaknya apa. Sementara temen-temen yang saya dekati, alasan mereka biar usaha mereka asal jalan dulu walau tidak ada keuntungan," ungkap Wayan Kariana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved