Kesehatan
GERD! Pahami Gejala dan Cara Pengobatannya!
Gastroesophageal reflux disease atau lebih dikenal dengan Gerd, seringkali disamakan dengan penyakit maag karena gejalanya sekilas mirip, yaitu nyeri
TRIBUN-BALI.COM - Gastroesophageal reflux disease atau lebih dikenal dengan Gerd, seringkali disamakan dengan penyakit maag karena gejalanya sekilas mirip, yaitu nyeri dan asam lambung.
Padahal, Gerd dan penyakit maag memiliki perbedaan, mulai dari kondisi hingga gejala yang dialami penderitanya.
Dr Hasan Maulahela, SpPD-KGEH, yang berpraktik di RS Pondok Indah Jakarta, menjelaskan perbedaan antara kedua penyakit tersebut.
"Secara umum Gerd adalah penyakit yang diakibatkan refluks asam lambung di kerongkongan. Sedangkan, sakit maag itu adalah kondisi peradangan yang terjadi di bagian lambung," kata Hasan, dalam program talkshow 'Perbedaan Gerd dan maag' yang ditayangkan live di akun Facebook Kompas.com.
Baca juga: RUDAL Balistik Antar Benua, Rusia Ingatkan Barat!
Gejala khas Gerd biasanya ada rasa panas di dada, atau yang dikenal dengan sebutan heartburn, serta rasa ingin muntah atau makanan berbalik.
"Gejala lain yang tidak spesifik adalah sesak napas mirip asma, batuk kronis, perubahan suara, dan radang tenggorokan," papar Hasan.
Sedangkan untuk penyakit maag, gejala yang paling utama adalah rasa nyeri di ulu hati dan kiri atas.
Penyebab Gerd, perubahan gaya hidup yang serba cepat dan praktis, serta pola makan masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, berkontribusi pada peningkatan kasus Gerd.
"Kami melakukan penelitian di Jakarta, dan tren kasus Gerd meningkat, terutama pada orang di usia produktif," ujarnya.
Gerd juga dipicu oleh pola makan yang berlebihan, konsumsi makanan yang mengandung lemak, kebiasaan merokok, dan obesitas.
Baca juga: WOW! Marshel Widianto Bakal Nikahi Celine Evangelista?
"Makan makanan yang langsung banyak porsinya, bisa memicu Gerd. Pencetus lain dari Gerd adalah minuman berkafein seperti kopi, dan stres psikologis karena pekerjaan," kata Hasan.
Umumnya penyakit Gerd tidak berakibat fatal.
Namun pada pasien yang memiliki penyakit jantung, Gerd harus diwaspadai.
"Gerd bisa memicu detak jantung yang terlalu cepat jika terjadi terus menerus," sebutnya.
Pengobatan Gerd Dalam beberapa kasus, diperlukan tindakan endoskopi atau pemeriksaan rongga tubuh guna mengetahui kondisi pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-maagshutterstock.jpg)