Travel
Pasca-Liburan Bukannya Pikiran Segar Malah Merasa Stres? Simak 7 Penyebab Stres Pasca-Liburan
Namun, sejumlah orang justru mengalami stres pascaliburan saat harus mulai kembali bekerja.
Tujuannya, agar kita bisa mempersiapkan baik secara fisik maupun pikiran untuk kembali ke rutinitas.
“Makanya, jangan pulang liburan mepet dengan hari kerja. Kasih spare (jarak) dua hari untuk kita re-charge baterai (tenaga dan pikiran) kita kembali,” imbuhnya.
3. Tidak liburan secara efektif
Mengutip Huffington Post, stres pascaliburan disebabkan seseorang tidak mengambil waktu libur secara efektif.
Josh Klapow, seorang psikolog klinis mencontohkan kasus di Amerika Serikat bahwa para pekerja tidak terbiasa berlibur secara teratur.
Menurut studi State of American Vacation pada 2017, sebanyak 54 persen orang Amerika tidak menggunakan waktu liburnya pada 2016.
Sementara itu, 43 persen karyawan mengatakan alasan mereka tidak mengambil waktu libur adalah tumpukan pekerjaan yang menyambut mereka pascaliburan.
“Jika dilakukan dengan benar, liburan dapat mengurangi stres, meremajakan tubuh dan pikiran, serta re-charge emosional kita untuk kembali bekerja,” jelasnya.
Kuncinya adalah pada mempersiapkan liburan yang efektif.
Jadi, kita bisa bersantai selama berlibur serta tidak menghadapi tumpukan pekerjaan saat kembali ke kantor.
4. Pergantian musim dan waktu
Mengutip Kompas.com (6/5/2022), stres pascaliburan disebut dengan post holiday blues.
Baca juga: Deretan Makanan yang Bisa Atasi Stres, Ada Yogurt dan Sayur Bayam
Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), kondisi ini dinyatakan sebagai perasaan cemas dan stres yang muncul setelah liburan.
Psikoterapis yang berbasis di New York, AS Gina Moffa mengatakan, post holiday blues hanya muncul beberapa hari ketika memulai rutinitas.
Namun, dampaknya bisa memicu penurunan produktivitas, perasaan cemas, dan depresi.