Berita Klungkung

Kasus Gigitan Anjing Rabies Kembali Marak, Stok VAR di Klungkung Hanya Tersisa 48 Vial

Beberapa kasus gigitan anjing rabies kembali marak di beberapa Kabupaten di Bali.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Vaksinasi rabies pada anjing di Klungkung beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Beberapa kasus gigitan anjing rabies kembali marak di beberapa Kabupaten di Bali.

Khususnya di Klungkung, yang justru menjadi masalah, yakni ketersedian VAR (Vaksin Anti Rabies) dan SAR (Serum anti Rabies).

Saat ini stok VAR di Klungkung hanya tersedia 48 vial, sedangkan SAR hanya 4 vial.

Baca juga: Tidak Lapor Diri, 41 Pendatang Terjaring Sidak Satpol PP di Klungkung

Baca juga: Tembok Jebol, Perabotan Juga Tertimbun Longsor, Bangunan Spa Hancur Dalam Semalam di Klungkung

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr Ni Made Adi Swapatni menjelaskan, dari data yang diterimanya jumlah kasus gigitan hewan penular rabies di Klungkung sejak Januari sampai April berjumlah 725 kasus gigitan.

Sementara penggunaan VAR dari bukan Januari samlai saat ini sudah 1.368 vial.

Hal ini membuat stok VAR dan SAR kian menipis. 

VAR yang diperuntukan untuk kasus gigitan hewan penular rabies hanya tersisa 48 vial di Klungkung, jumlah itu tersebar di 4 kecamatan.

Sementara untuk SAR (serum anti rabies) untuk gigitan beresiko tinggi, hanya tersisa 4 vial.

"Rencana kami akan pengadaan VAR sebanyak 1000 vial," ungkap Made Adi Swapatni, Rabu (11/5).

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengungkapkan, vaksin khusus untuk anjing agar tidak terinfeksi rabies masih aman yakni sekitar 5 ribu dosis.

Ditambah rencana pengadaan 2 ribu dosis untuk stok vaksin rabies pada anjing.

Meskipun stok vaksin rabies untuk anjing aman, cakupan vaksinasi anjing di Klungkung diakuinya masih rendah yakni sekitar 20 persen dari estimasi populasi anjing sebanyak 20 ribu ekor.

Ia pun tidak menampik hal ini cukup riskan, apalagi beberapa daerah di Bali saat ini kasus gigitan anjing diduga rabies kian marak.

Termasuk di wilayah Gianyar dan Karangasem yang berbatasan langsung dengan Klungkung.

"Kendala kami kesadaran masyarakat untuk membawa anjingnya untuk vaksinasi rabies masih rendah. Jika warga mau pro aktif membawa anjingnya vaksin, dalam sehari kami bisa tuntaskan satu desa. Namun, di lapangan tidak seperti itu. Jangan nanti setelah ada kasus gigitan, baru anjingnya dibawa untuk vaksinasi," ungkapnya.

Selain vaksinasi bergilir ke desa-desa, Dinas Pertanian menyedikan layanan vaksin rabies untuk anjing di luar jam kerja dengan datang langsung ke puskeswan di setiap kecamatan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved