Berita Klungkung

OMBAK Tinggi, Nelayan Kusamba Klungkung Amankan Jukung ke Pesisir

Dalam beberapa hari terakhir, gelombang pasang menerjang pesisir Pantai Kusamba, Klungkung.Para nelayan setempat pun, memilih mengamankan jukung mer

Eka Mita
Nelayan di Pesisir Kusamba lebih memilih tidak melaut karena kondisi ombak belum bersahabat, Jumat (27/5) 

Yang bisa saja tiba-tiba menerjang.

Ia memarkir jukungnya agak menjauh dari pantai.

Selama tidak melaut, nelayan setempat juga memanfaatkannya untuk sekadar memperbaiki jaring.

Warga berlari, setelah melakukan foro selfie dengan latar belakang ombak tinggi di lokasi proyek PPI di pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Minggu (31/3/2019). Tingginya deburan ombak di lokasi itu menjadi daya tarik warga untuk berkunjung. Tinggi deburan ombak bahkan mencapai lebih dari 5 meter.
Warga berlari, setelah melakukan foro selfie dengan latar belakang ombak tinggi di lokasi proyek PPI di pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Minggu (31/3/2019). Tingginya deburan ombak di lokasi itu menjadi daya tarik warga untuk berkunjung. Tinggi deburan ombak bahkan mencapai lebih dari 5 meter. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

 


"Besok atau lusa kondisi ombak mungkin sudah membaik.

Barulan nanti kembali melaut," ungkap Ketut Malen. 


Hal serupa diungkapkan nelayan lainnya, Ketut Yasa.

Menurutnya sudah beberapa hari ini, di sekitar perairan Kusamba.

Maupun di laut sekitar Nusa Penida minim hasil tangkapan.

Baca juga: Gelombang Pasang di Kusamba, Penyebrangan ke Nusa Penida Sempat Ditunda

 


"Selain ombak besar, ikan juga jadi minim," ungkap dia.


Nelayan yang saat ini memaksakan diri melaut, seringkali  pulang tanpa tangkapan sama sekali.

Sehingga para nelayan lebih memilih memarkirkan perahunya.

Dan menunggu sampai cuaca serta hasil tangkapan bagus untuk kembali melaut. 

Baca juga: Gelombang Pasang Terjang Pesisir Kusamba, Perahu Nelayan Rusak Dihantam Ombak


"Kalau melaut, nanti rugi bensinnya.

Apalagi ombak besar seperti ini," ungkap Yasa.


Ia saat ini akan melihat situasi terlebih dahulu.

Jika kondisi ombak sudah membaik, dan ada nelayan yang mendapat hasil tangkapan bagus, barulah dirinya akan kembali melaut.


"Saya lihat kondisi dulu.

Jika ada nelayan lain yang melaut dan hasil tangkapan bagus, barulah saya kembali melaut," ungkap Yasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved