Berita Bali

Wisatawan Melonjak Pada Libur Pendek Akhir Pekan Ini, Kunjungan ke Bali 17.000 Orang di Luar Dugaan

Kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik (wisdom), ke Bali selama masa liburan pendek pekan ini ternyata meningkat

istimewa kiriman Stakeholder Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali.
Bandara Ngurah Rai - Wisatawan Melonjak Pada Libur Pendek Akhir Pekan Ini, Kunjungan ke Bali 17.000 Orang di Luar Dugaan 

Per hari rata-rata wisatawan yang mendaki sebanyak 30 orang lewat Jalur Pengubengan serta Jalur Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

Sedangkan pada Sabtu-Minggu bisa sebanyak 50 orang.

Mangku Komang Kayun selaku koordinator guide para pendaki Gunung Agung Besakih, mengungkapkan bahwa meningkatnya wisatawan yang mendaki terjadi semenjak September 2021.Naiknya bertahap.

Dia perkirakan, wisman dan wisdom yang akan mendaki ke puncak Gunung Agung kemungkinan terus alami peningkataan.

"Wisatawan yang mendaki rata-rata ingin kemah di atas puncak, sekalian lihat sunrise dan sunset. Wisman yang naik kebanyakan dari Perancis. Kalau wisdom rata-rata dari luar Bali. Pada Jumat (27 Mei 2022) ini, saya antar puluhan pendaki ke atas lewat jalur Temukus," kata Mangku Kayun, Jumat 27 Mei 2022 pagi.

Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang mendaki dari jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Sebudi, Kecamatan Selat dan Kecamatan Bebandem.

Seandainya dikalkulasi semua, kata Mangku Kayun, bisa jadi jumlah pendaki Gunung Agung bisa capai ratusan.

Pendakian ke puncak tetap harus mengunakan guide lokal di Desa Besakih.

"Wisatawan yang mendaki harus melibatkan pemandu lokal Gunung Agung. Harapannya agar pendaki tetap mematuhi aturan yang berlaku. Terpenting, mereka tidak melakukan hal - hal di luar moral. Para pendaki yang memlih melewati jalur Besakih mencapai puluhan orang," jelas Kayun, warga asli Temukus.

Baca juga: Incar Wisatawan jadi Korban, Jambret Spesialis di Kuta Berhasil Ditangkap

Ia berharap, jumlah wisatawan yang melakukaan pendakian terus meningkat, sehingga bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.

Para pendaki juga diminta untuk tetap mematuhi peraturan yang ditentukan desa adat serta guide lokal. Harapannya agar selamat sampai tujuan.

"Setelah status Gunung Agung aman, pendaki bisa naik hingga ke puncak. Kondisi di atas juga sudah aman, tidak ada ancaman. Wisatawan yang mendaki juga merasa aman, nyaman. Biasanya pendaki naik pagi hari dan ada juga yang berangkat sore," tambah Jro Mangku, sapaan akrab Mangku Kayun.

Untuk diketahui, pendakian ke atas Gunung Agung sempat ditutup petugas beberapa tahun karena aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat.

Pendakian ke puncak dibuka setelah status Gunung Agung turun dari waspada (level II) jadi normal (level I) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi.(gus/mah/ful).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved