Pariwisata Bali

Pariwisata Berangsur Pulih, APPMB: Angin Segar Bagi Masyarakat Bali

Penggiat Pariwisata Bali menyambut hangat, adanya peraturan yang dikeluarkan Presiden Jokowi terkait pelonggaran penggunaan masker. 

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN BALI/ ZAENAL NUR ARIFIN
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf) mengajak delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 menikmati salah satu pura tercantik dengan kompleks terbesar di Bali, yaitu Pura Taman Ayun.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penggiat Pariwisata Bali menyambut hangat, adanya peraturan yang dikeluarkan Presiden Jokowi terkait pelonggaran penggunaan masker. 

Khususnya untuk di luar ruangan. 

Baca juga: Angin Segar bagi Pariwisata, ASITA Bali Beri Tanggapan Kelonggaran Penggunaan Masker 

Wayan Puspanegara, Penggiat Pariwisata Badung, mengatakan setidaknya hampir setiap hari ada 2.000 wisatawan mancanegara masuk ke Bali. 

Famtrip Kejar Pasar Asia Timur, Kemenparekraf Amplifikasi Info Pembukaan Kembali Pintu Wisman
Famtrip Kejar Pasar Asia Timur, Kemenparekraf Amplifikasi Info Pembukaan Kembali Pintu Wisman (ist)

"Dulu sebelum pandemi, wisatawan mancanegara tertinggi yang masuk ke Bali datang dari Tiongkok.

Kemudian Australia dan Jepang.

Wisman semakin meningkat, karena adanya VOA dan pelonggaran penggunaan masker di ruangan terbuka.

"Jika kita bicara okupansi tidak terlalu signifikan, mengalami kenaikan namun sudah mengalami perkembangan," terang Puspanegara pada Tribun Bali, Senin (30/05/2022).

Baca juga: Penggunaan Masker Dilonggarkan, Ini Pengakuan Pedagang Masker di Kota Denpasar: Omzet Turun

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan ketua APPMB (Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali) ini menambahkan bahwa kamar-kamar hotel yang tersedia, lebih banyak di wilayah Badung, Gianyar, dan Denpasar.

Foto ilustrasi kamar hotel yang dibuka
Foto ilustrasi kamar hotel yang dibuka (Gambar oleh ming dai dari Pixabay)

"Tertinggi sebelum pandemi, negara yang sering masuk ke Bali dari China, Tiongkok, New Zeland.

Namun kami pahami betul, mengapa ketiga negara tersebut belum memenuhi VOA, karena kasus pandemi di negara tersebut yang belum melandai," tambahnya. 

Baca juga: Masih Dominan Dikunjungi Warga Lokal, Desa Bakas Klungkung Siapkan Tata Kelola Pariwisata

Puspa menuturkan, pariwisata Bali tetap harus dimonitoring dan dilakukan evaluasi untuk bisa ditumbuhkembangkan.

Terkait kebijakan-kebijakan pariwisata, karena dengan adanya ini mampu memberikan dampak yang luas bagi masyarakat Bali.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved