Berita Badung

Alasan Pipa Sudah Berumur, PDAM Badung Akui Alami Kebocoran Air Bersih Sampai 40 Persen

Alasan Pipa Sudah Berumur, PDAM Badung Akui Alami Kebocoran Air Bersih Sampai 40 Persen Alasan Pipa Sudah Berumur, PDAM Badung Akui Alami Kebocoran Ai

I Komang Agus Aryanta
Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tingkat kebocoran air bersih atau (Non-Revenue Water) pada Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung atau PDAM Badung ternyata masih tinggi. Bahkan tingkat kebocoran pada perusahaan plat merah tersebut diangka 40 persen.

Padahal standar toleransi angka kebocoran air bersih PDAM secara nasional menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2016 yaitu kehilangan air maksimal 20 % . Namun pihak perumda menyebut bahwa tingkat kebocoran pada tingkat nasional diangka 36 persen.

Kendati demikian, besarnya tingkat kebocoran akibat dari adanya sejumlah jaringan pipa PDAM yang umurnya cukup tua.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa yang dikonfirmasi Rabu 1 April 2022 mengatakan jaringan pipa yang tua menjadi salah satu pemicu tingginya angka kebocoran. Kendati demikian, tingkat kebocoran ini telah mampu ditekan dari tahun sebelumnya 42 persen.

"Tingkat kebocoran saat ini mencapai 40 persen, tapi itu sudah mampu kita tekan dari 42 persen sebelumnya. Kalau standar nasional itu 36 persen," ungkapnya.

Baca juga: Nadeo Argawinata dan Irfan Jaya Bakal Starter Timnas Indonesia vs Bangladesh, Teco Ungkap ini

Baca juga: Banyak Pensiun, Kota Denpasar Kekurangan 258 Guru SD dan SMP

Baca juga: Harga Daging Babi Jelang Galungan, dari Peternak Rp 40 Ribu, di Pedagang Capai Rp 95 Ribu Per Kg

Pihaknya mengaku, jaringan pipa yang dimiliki saat ini sudah sangat tua. Sehingga tingkat kebocoran sangat tinggi. Kendati demikian pihaknya tetap mengupayakan solusi terhadap berbagai permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Jadi dalam peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, kita pastikan tidak akan menaikkan tarif meski sesuai ketentuan, tarif air minum bisa disesuaikan. Namun kami hanya akan menyesuaikan golongan tarif berdasarkan jumlah pemakaian," katanya.

Dikatakan, pihaknya hanya akan menata proporsional pemakaian air minum. Jika penggunaan sedikit, jelas pelanggan akan membayar sedikit. Begitu sebaliknya jika menggunakan banyak, pelanggan akan dikenakan semacam tarif progresif.

"Untuk saat ini, penggunaan air minum untuk fasilitas pariwisata mulai naik. Saat ini, penggunaan air minum untuk sektor pariwisata sudah meningkat di angka 35 persen. Namun untuk pendapatan saat ini belum bisa mengcover normal operasional cost," ucapnya.

"Kami masih tetap melakukan efisiensi baik biaya operasional maupun biaya pegawai," sambungnya.

Suyasa berharap, pada bulan-bulan berikutnya, jumlah kunjungan ke Badung bisa meningkat bahkan mendekati normal sehingga penggunaan air minum di kalangan pariwisata bisa normal. Dengan begitu, pendapatan Perumda pun dipastikan meningkat bahkan normal seperti sebelum covid-19 melanda.

"Dengan adanya kegiatan presidensi G20, kami sudah melakukan perhitungan dan persiapan-persiapan. Jika terjadi masalah, kami sudah menyiapkan solusinya termasuk siapa yang bertugas dan mobil tangki untuk air bersih. Dengan begitu, kami pastikan pelayanan air minum pada saat gelaran G-20 bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. (*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved