Berita Badung

TRADISI Siat Yeh dari Desa Adat Jimbaran Akan Ditampilkan Badung Pada PKB XLIV Tahun 2022

Pemerintah Kabupaten Badung, terus mempersiapkan diri menyambut Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022. Dengan siat yeh.

dok Tribun Bali
Pelaksanaan Tradisi Siat Yeh di dari Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung, terus mempersiapkan diri menyambut Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022.

Bahkan pada pembukaan PKB nanti, Pemkab Badung akan menampilkan Tradisi Siat Yeh dari Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. 

siat yeh di badung
Pelaksanaan Tradisi Siat Yeh di dari Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung


Untuk memberikan hasil yang maksimal.

Latihan dari peserta PKB ini, telah dilakukan hampir setiap hari.

Begitu juga pawai pembukaan PKB telah dipersiapkan dengan matang. 

Baca juga: Siat Yeh Festival Air Suwat, Bangkit Bersama Menatap Tahun Baru


Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan hingga kini sudah dilakukan persiapan dengan matang dalam meyongsong berlansungnya PKB XLIV. 


"Latihan dari kontingen yang mewakili Pemkab Badung pun, telah dilakukan hampir setiap hari.

Sehingga setiap latihan, selalu dilakukan secara maksimal.

Agar seluruh Duta Kabupaten Badung siap pentas," katanya saat dikonfirmasi Jumat 3 Juni 2022

Ratusan pemuda dari empat banjar saling lempar air dalam tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016)?
Ratusan pemuda dari empat banjar saling lempar air dalam tradisi siat yeh (perang air) di desa Suwat Gianyar, Jumat (01/01/2016)? (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)


Selain memaksimalkan penampilan, untuk yang lainnya hanya dilakukan persiapan blocking tempat.

Penyesuaian kriteria-kriteria, dan pemilihan kostum.

Dalam Pembukaan PKB, Pemkab Badung akan menampilkan tradisi siat yeh yang dimiliki oleh Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Baca juga: WIKI BALI - Wisatawan Bisa Ikut Siat Yeh atau Perang Air di Desa Suwat, Gianyar, Ini Aturannya

"Pawai ini akan dilaksanakan sesuai dengan waktu, dan biaya yang bisa dimohonkan.

Sehingga dengan materi yang kami miliki, akan diikuti peserta sebanyak 80 orang," ujarnya.

Sembari mengatakan jadi sesuai dengan arahan Gubernur Bali.

Kemeriahan Siat Yeh (perang air) saat tradisi yang digelar di Catus Pata Desa Suwat, Gianyar, Senin (1/1/2018). Acara ini serangkaian dari acara Festival Air Suwat III yang digelar setiap tahun sekali.
Kemeriahan Siat Yeh (perang air) saat tradisi yang digelar di Catus Pata Desa Suwat, Gianyar, Senin (1/1/2018). Acara ini serangkaian dari acara Festival Air Suwat III yang digelar setiap tahun sekali. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)


Menurutnya, dalam penampilan siat yeh nantinya akan diiringi dengan tabuh baleganjur.

Namun penampilannya akan dibatasi, mengingat waktu pelaksanaan pawai yang terbatas. 


"Jadi akan diperagakan (tradisi siat yeh) tetapi akan dibatasi.

Tidak sampai membentuk formasi sedemikian rupa, karena waktu dari Bapak Presiden sangat terbatas," ungkapnya.

Baca juga: Siat Yeh Festival Air Suwat, Bangkit Bersama Menatap Tahun Baru


Lebih lanjut ia menambahkan, dalam PKB XLIV Tahun 2022.

Pemkab Badung akan mengikuti 14 materi.

Di mana 13 materi dibiayai oleh Pemkab Badung sendiri, dan sisanya dibiayai oleh Provinsi Bali.

Usai nyepi, ratusan umat Hindu lakukan tradisi Siat Yeh, Jumat (8/3/2019).
Usai nyepi, ratusan umat Hindu lakukan tradisi Siat Yeh, Jumat (8/3/2019). (Banjar Teba)


"Untuk Gong Kebyar, kami mengambil tema Pasir Ukir.

Jadi pasri itu artinya pesisir atau laut, sedangkan ukir itu berasal dari kata wukir yang artinya bukit.

Artinya pemuliaan air itu, dimulai dari laut menuju gunung.

Dan kembali lagi ke laut sesuai dengan siklus air.

Sehingga nantinya disesuaikan dengan tabuh-tabuh di gong kebyar," bebernya. 

Baca juga: Siat Yeh Festival Air Suwat, Bangkit Bersama Menatap Tahun Baru


Untuk diketahui, siat yeh atau perang air, merupakan tradisi lama yang sudah sempat terkubur.

Akibat pesatnya perkembangan zaman.

Siat Yeh biasanya, dilaksanakan pada hari Ngembak Geni atau Umanis Nyepi. 


Tradisi ini bertujuan menyatukan kekuatan alam, agar dapat memberikan kemakmuran.

Sesuai dengan tradisi prosesi Siat Yeh, diawali dengan mendak (menjemput) tirta (air suci) ke pantai timur di wilayah Suwung, dan pantai barat tepatnya di Jimbaran.


Tradisi prosesi mendak tirta, menggunakan lima kendi dari masing-masing tempat.

Dalam prosesinya disesuaikan dengan pengurip-urip.

Dengan warna kuning dari barat dan putih dari timur.

Pasalnya dahulu di jimbaran sumber penghidupan hanya dua, yakni menjadi nelayan di pantai barat atau menjadi petani garam di pantai timur, sehingga itu yang satukan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved