Berita Tabanan
PRANK Penculikan Tabanan, Polisi Kesulitan Tentukan Status Penyidikan
Penyidik Polres Tabanan, dibuat kesulitan dengan kasus laporan palsu atau prank penculikan oleh DAT belum lama ini.Sehingga kasus ini pun belum kela
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Kami masih jadwalkan pekan depan memeriksa bapaknya (mertua) kembali," jelasnya.
Baca juga: PRANK Kasus Penculikan, Polisi Masih Tunggu Hasil Tes Psikologi DAT dan Mertua
Menurutnya, sejauh ini masih belum bisa membuktikan mainsterianya (niat).
Keterangan dari kedua orang tersebut, akan diperdalam lebih lanjut.
Sebab, sejak awal kepolisian memang sedikit kesulitan karena perbedaan keterangan antara DAT dengan mertuanya.
"Sebenarnya mertuanya itu jengkel, jadi tidak ada niat membantu.
Karena si DAT ini sering keluar malam.
Dan keterangan kemarin, mertuanya juga tidak ikut membantu.
Sehingga itu yang perlu kami perdalam.
Baca juga: PRANK! Wanita 19 Tahun Hanya Karang Cerita Karena Takut Dimarahi
Apakah ini ada keterlibatan mertuanya.
Atau jangan-jangan itu hanya rangkaian keterangan dari si DAT itu sendiri.
Itu yang kami sinkronkan sedikit lagi," katanya.
AKBP Ranefli menyebutkan, saat ibi status dsri DAT masih bersifat wajib lapor.
"Sebab, laporan karangan cerita penyekapan itu sudah kami stop," imbuhnya.
Jadi penanganan itu, dilanjutkan untuk membuktikan atau membuka indikasi keterangan palsu dari DAT tersebut.
"Siapa yang memulai, itu yang ingin kami buktikan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan-anak-3.jpg)