Berita Klungkung

Jadi Satu dengan Ruang Kerja, Perpustakaan Klungkung Belum Nyaman untuk Membaca

Pemkab Klungkung belum memiliki perpustakaan dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang warga mengunjungi Perpustakaan Daerah Klungkung, Bali, Jumat 10 Juni 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung belum memiliki perpustakaan dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Perpustakaan Daerah di Klungkung saja, saat ini masih menjadi satu dengan ruangan kerja sehingga kurang nyaman untuk dikunjungi warga yang hendak membaca buku.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Komang Wisnuadi tidak menampik kondisi tersebut.

Baca juga: Meski Anggaran PKB Terbatas, Duta Kabupaten Klungkung untuk PKB Antusias Gelar Gladi

Ia mengakui saat ini perpustakaan daerah di Klungkung masih kurang representatif, karena kondisinya menjadi satu dengan ruang kerja.

" Kalau orang yang datang ke perpustakaan untuk membaca buku, tentu ingin yang nyaman. Kalau saat ini di Klungkung perpustakaan daerah memang kurang representatif, karena masih menjadi satu dengan ruangan kerja," ujar Wisnuadi. 

Sehingga menurut Wisnuadi, Klungkung harus memiliki gedung baru yang mengkhusus untuk perpustakaan.

Nantinya gedung perpustakaan tidak hanya dilengkapi fasilitas ruangan membaca yang nyaman, juga ruang untuk mengerjakan tugas, ruang komputer, dan theater.

" Kalau sekarang perpustakaan masih jadi satu dengan ruangan kerja kearsipan. Walau koleksi buku lengkap, susah juga kalau perpustakaan tidak memiliki ruang membaca yang nyaman. Saya kira memang perlu dibangun gedung perpustakaan baru yang mengkhusus, tidak berbaur dengan kantor kearsipan," jelas Wisnuadi.

Baca juga: Wakili Klungkung di PKB 2022, Sekaa Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Bawakan 4 Materi

Meskipun demikian, harapan untuk memiliki gedung perpustakaan baru di Klungkung akan segera terwujud.

Mengingat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta telah memohonkan DAK (Dana Alokasi Khusus) ke Pemerintah Pusat, untuk pembangunan gedung perpustaan baru.

" Jika tidak ada kendala, tahun ini Klungkung bisa dapat DAK senilai Rp4,4 miliar. Kami masih nantikan juga, karena itu akan digunakan untuk pembangunan gedung perpustakaan baru. Semoga semua lancar," ujar Wisnuadi 

Sementara hasil survei Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, angka gemar membaca (buku) di Klungkung tahun ini 50,42 persen. Angka ini sedikit meningkat dari tahun 2021, yakni 40,20 persen.

Meskipun ada sedikit peningkatan, angka itu menunjukan kebiasaan gemar membaca buku di Klungkung masih relatif rendah.

" Persentase itu dari hasil survei kami setiap tahun, ada kuisioner yang kami sebarkan. Disana ada data-data misal berapa buku yang dibaca, atau berapa lama membaca buku dalam kurun waktu tertentu," jelasnya.

Jumlah koleksi buku di Perpustakaan Daerah Klungkung, saat ini sudah mencapai 23 ribu jenis buku tersebar di perpustakaan daerah, di perpustakaan desa, ataupun di perpustakaan keliling.

" Rata-rata umur warga yang membaca buku ke perpustakaan itu antara 12 sampai 23 tahun, sehingga jenis bacaan yang paling digemari buku-buku best seller," terang Wisnuadi, sembari mengatakan tahun ini belum ada pengadaan buku dari APBD karena imbas refocusing anggaran. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved