Berita Denpasar

Januari hingga Juni 2022, Satpol PP Denpasar Tangani 25 ODGJ, Dari Berkeliaran Sampai Mengamuk

Belakangan ini, Satpol PP Kota Denpasar terus mendapat laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)

Satpol PP Denpasar
Satpol PP Kota Denpasar saat menangani ODGJ - Januari hingga Juni 2022, Satpol PP Denpasar Tangani 25 ODGJ, Dari Berkeliaran Sampai Mengamuk 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Belakangan ini, Satpol PP Kota Denpasar terus mendapat laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sejak tanggal 1 Juni hingga 12 Juni 2022, pihaknya sudah menangani sebanyak empat ODGJ.

Penanganan ODGJ ini dilakukan dikarenakan adanya laporan dari masyarakat.

"Setelah kami mendapat laporan langsung kami ke lokasi dan amankan ke Kantor Satpol PP," kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Nyoman Sudarsana saat dihubungi, Minggu 12 Juni 2022.

Baca juga: Rapat di DPRD Bali, Dirut RSJ Provinsi Ungkap Jumlah Pengidap ODGJ di Bali Tertinggi di Indonesia

Biasanya laporan yang masuk ini terkait dengan ODGJ yang berkeliaran dan meresahkan.

Selain itu ada juga ODGJ yang mengamuk.

Sudarsana mengatakan, sejak Januari hingga 12 Juni 2022 ini pihaknya mengaku telah menangani sebanyak 25 ODGJ.

Namun, semenjak kasus bunuh diri yang terjadi di ruang pembinaan, Satpol PP Kota Denpasar meminimalisir menginapkan ODGJ.

"Untuk ODGJ begitu masuk ruang binaan, kami langsung info ke BPBD dan Dinas Kesehatan. Setelah diperiksa langsung kirim ke RSJ Bangli,” kata Sudarsana.

Sudarsana mengatakan, selain adanya kejadian bunuh diri tersebut, juga ada beberapa pengaduan dari masyarakat sekitar.

Di mana saat tengah malam, banyak ODGJ yang mengamuk dan teriak-teriak.

Selain itu, terjadi juga beberapa kejadian ODGJ mengamuk di ruang binaan hingga merusak tempat tidur dan bahkan menjebol plafon.

"Kami beberapa kali dapat aduan dari tetangga dan karena adanya kasus kemarin kami lebih optimalkan lagi," katanya.

Sudarsana menambahkan, dalam sebulan pihaknya bisa menangani 6 hingga 7 orang ODGJ.

Jumlah ini menurutnya sudah menurun dibanding saat awal-awal pandemi Covid-19.

"Kalau saat awal pandemi kami banyak menangani ODGJ, bahkan lebih dari 10 orang dalam sebulan," katanya.

Baca juga: Kasus ODGJ Makin Mengkhawatirkan, Komisi IV DPRD Bali Minta Ada Rumah Singgah di Seluruh Bali

Ia menambahkan, saat ini masyarakat lebih mempercayakan Satpol PP untuk menangani ODGJ.

Karenanya setiap ada ODGJ berkeliaran ataupun mengamuk, masyarakat akan langsung menghubungi Satpol PP. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved