Berita Bali

Ungkap 5 Kasus Termasuk Leasing, Ditreskrimum Polda Bali Tekankan Hal Ini

Ditreskrimum Polda Bali bersama Humas Polda Bali menggelar jumpa pers yang bertempat di halaman Ditreskrimum Polda Bali pada Kamis 16 Juni 2022.

Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Ungkap 5 kasus, Ditreskrimum Polda Bali dan Humas Polda Bali gelar jumpa pers pada Kamis 16 Juni 2022. Jumpa pers yang digelar di Halaman Ditreskrimum Polda Bali turut menghadirkan terduga pelaku. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimum Polda Bali bersama Humas Polda Bali menggelar jumpa pers yang bertempat di halaman Ditreskrimum Polda Bali pada Kamis 16 Juni 2022.

Jumpa pers digelar terkait dengan diungkapnya 5 kasus oleh Ditreskrimum Polda Bali.

Lima kasus yang diungkap antara lain, satu kasus curanmor, dua kasus curat (pencurian dengan pemberatan), satu kasus curas (pencurian dengan kekerasan), dan satu kasus tindak pidana pengancaman, perampasan, secara bersama - sama menggunakan kekerasan terhadap orang dan barang.

Baca juga: PARIWISATA BALI Bangkit, Hadirnya Bali & Beyond Travel Fair Diapresiasi APPMB

Berkaca dari kasus curanmor, Wadir Reskrimum Polda Bali, AKBP Suratno, S.I.K., M.H, mengimbau masyarakat agar senantiasa melakukan pengamanan ganda terhadap kendaraan yang dimiliki.

“Saya tidak bosan - bosannya mengingatkan kepada masyarakat agar melakukan pengamanan ganda terhadap kendaraan yang dimiliki.”

“Tolong diingat bahwa Bali saat ini berbeda dengan Bali sepuluh atau lima belas tahun lalu. Kalau kita taruh motor depan rumah, kunci nyantol, mungkin sepuluh tahun lalu masih aman. Tapi sekarang, taruh motor, kunci nyantel, apalagi di tempat terbuka, itu berbahaya,” ucap AKBP Suratno.

Mengenai kasus leasing, utang - piutang, AKBP Suratno, S.I.K., M.H menjelaskan bahwa pihak leasing atau pihak yang memmberi pinjaman memiliki mekanisme yang telah diatur.

Baca juga: TERUNGKAP Kronologi Kasus Perusakan Mobil di Terminal Ubung, Sempat Lakukan Ancaman Pembunuhan

“Pihak leasing, pihak orang yang menghutangi, punya mekanisme yang sudah diatur. Jadi kalau sukarela dia menarik obyeknya atau menarik hutangnya, silahkan, atas dasar kesepakatan.”

“Tapi, mana kala penarikan itu menggunakan kekerasan, ancaman, apalagi tindak penganiayaan, kami dari Polda Bali tidak akan segan - segan menindak segala bentuk premanisme yang terjadi di wilayah hukum Polda Bali,” ujar Wadir Reskrimum Polda Bali.

Lebih lanjut, Wadir Reskrimum Polda Bali, AKBP Suratno, S.I.K., M.H, menuturkan, pengungkapan dan penanggulangan organized crime atau kejahatan terorganisir seperti premanisme, menjadi salah satu fokus utama Polda Bali. (*)

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved