Berita Bali

Nyambi Edarkan Sabu dan Ekstasi, Penjual Sepatu Pikir-Pikir Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Diketahui, terdakwa yang keseharian menjual sepatu bekas dan jam bekas ini nekat nyambi bekerja mengedarkan sabu dan ekstasi agar mendapat penghasilan

Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Sabu - Nyambi Edarkan Sabu dan Ekstasi, Penjual Sepatu Pikir-Pikir Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim pimpinan Ida Bagus Bamadewa Patiputra menjatuhkan vonis pidana penjara selama sepuluh tahun kepada terdakwa Edy Santoso (51).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar ini lebih tinggi dari tuntutan pidana yang dilayangkan jaksa penuntut umum, yakni sembilan tahun penjara. Terhadap vonis itu, Edy pun masih pikir-pikir.

Diketahui, terdakwa yang keseharian menjual sepatu bekas dan jam bekas ini nekat nyambi bekerja mengedarkan sabu dan ekstasi agar mendapat penghasilan tambahan.

Baca juga: Ditangkap Usai Beli Sabu di Kuta, WN Syria Dituntut 8 Tahun Penjara

"Putusan sudah dijatuhkan. Hakim memvonis terdakwa Edy sepuluh tahun penjara denda Rp 1 miliar subsidair satu tahun," ungkap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Jumat, 17 Juni 2022.

Pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi ini mengatakan, vonis hakim lebih tinggi setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum.

"Menanggapi vonis hakim, terdakwa masih pikir-pikir," terang Dewi Maria Wulandari. 

Sementara itu dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I bukan bentuk tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. 

Baca juga: Kejari Gianyar Musnahkan 8,77 Gram Sabu, 9 Handphone dan 15 Pakaian Tindak Pidana Pemerkosaan

Sebagaimana dakwaan pertama jaksa penuntut umum, terdakwa dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. 

Dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa penuntut, ditangkapnya terdakwa berawal dari adanya laporan masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian Satres Narkoba Polresta Denpasar.

Dilaporkan bahwa seorang bernama Edy kerap mengedarkan sabu dan ekstasi di wilayah Kota Denpasar. 

Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan pemantauan di tempat tinggal terdakwa.

Saat itu terpantau terdakwa tengah menumpang ojek online mengarah ke Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Badung. 

Terdakwa lalu turun, berjalan kaki hendak masuk ke sebuah gang. Baru berjalan beberapa langkah, terdakwa langsung diamankan petugas kepolisian yang sudah sedari tadi membuntuti. 

Lalu dilakukan penggeledahan badan dan pakaian terdakwa. Hasilnya ditemukan 9 paket sabu dan 45 butir tablet warna biru ekstasi yang terbagi menjadi 8 paket. 

Baca juga: Terbukti Kuasai 20,50 Gram Sabu, Rusdiansyah Diganjar Bui 7 Tahun

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved