Berita Bali

Terbukti Kuasai 20,50 Gram Sabu, Rusdiansyah Diganjar Bui 7 Tahun

Terdakwa Lalu Rusdiansyah diganjar pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Sabu - Terbukti Kuasai 20,50 Gram Sabu, Rusdiansyah Diganjar Bui 7 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Lalu Rusdiansyah diganjar pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Residivis narkotik ini dipidana penjara, karena kembali terlibat kasus yang sama. Amar putusan itu telah dibacakan majelis hakim pimpinan I Putu Suyoga dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 31 Mei 2022.

Rusdiansyah sendiri ditangkap petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

Dari tangan terdakwa, berhasil diamankan 1 paket sabu seberat 20,50 gram brutto yang dikemas dalam bungkus snack makanan ringan. 

Baca juga: NEKAT Tempel Sabu di Denpasar, Maulana Terancam Bui Selama 20 Tahun

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Lalu Rusdiansyah dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas hakim I Putu Suyoga. 

Selain pidana badan, terdakwa Rusdiansyah juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara. 

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I.

Baca juga: Kedapatan Bawa Sabu, PNS Pemkab Gianyar Diamankan bersama Rekannya Seorang Residivis

Sebagaimana dakwaan pertama jaksa penuntut umum, terdakwa Rusdiansyah dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

"Terdakwa menerima, Yang Mulia," ucap Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa. 

Sikap yang sama juga disampaikan jaksa penuntut umum meskipun dalam surat tuntutannya, terdakwa dituntut pidana penjara selama delapan tahun. 

Baca juga: Kembali Terlibat Peredaran Sabu, Residivis Narkotik Mohon Keringanan Hukuman 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut, terdakwa Rusdianyah ditangkap di Jalan Kembang Sari, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu, 8 Januari 2022 pukul 19.00 Wita.

Ditangkapnya terdakwa berawal dari adanya informasi masyarakat yang didapat petugas kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. 

Disebutkan, terdakwa kerap terlibat peredaran narkoba di sekitar Denpasar Utara. Berbekal informasi itu, petugas kepolisian kemudian bergerak melakukan penyelidikan.

Hasilnya terdakwa berhasil diamankan dan selanjutnya dilakukan penggeledahan. 

Dari penggeledahan terhadap terdakwa, petugas kepolisian menemukan 1 paket sabu seberat 20,50 gram brutto yang dikemas dalam bungkus snack makanan ringan 

Ketika diinterogasi, terdakwa mengaku hanya disuruh mengambil tempelan paket sabu itu. Nantinya paket itu akan terdakwa tempel kembali di daerah Gianyar atas perintah seseorang bernama Bapak Adi. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved