Peredaran Narkoba di Bali
NEKAT Tempel Sabu di Denpasar, Maulana Terancam Bui Selama 20 Tahun
Maulana Akbar (25), telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.Ia disidang karena diduga terlibat peredaran narkotik jenis sabu.
Penulis: Putu Candra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maulana Akbar (25), telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
Ia disidang karena diduga terlibat peredaran narkotik jenis sabu.
Atas perbuatannya, Maulana pun terancam bui selama 20 tahun penjara.
Terungkap dalam surat dakwaan, Maulana nekat bekerja mengambil dan menempel sabu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

"Terdakwa Maulana Akbar sudah menjalani sidang dakwaan kasus narkoba.
Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum," jelas Gusti Agung Prami Paramita, penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Senin 30 Mei 2022.
Pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar itu, mengatakan oleh jaksa penuntut umum mendakwa terdakwa dengan dakwaan alternatif.
Dakwaan kesatu, perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.
Baca juga: Diduga Terlibat Peredaran Sabu, Alit Terancam 20 Tahun Penjara
"Atau kedua, terdakwa diancam pidana Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik," papar Prami.
Seperti dibeberkan dalam surat dakwaan, terdakwa Maulana ditangkap di depan toko sembako, Jalan Teuku Umar Barat, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Selasa, 22 Februari 2022, pukul 12.00 WITA.
Terdakwa ditangkap karena diduga terlibat peredaran narkoba.
Baca juga: Cucu Raja Jadi Pecandu Narkoba, Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu di Badung Bali
Terlibatnya terdakwa dalam pusaran barang terlarang ini, berawal dari perkenalan dengan seseorang bernama Heri (DPO) melalui media sosial.
Dari perkenalan itu, terdakwa ditawari pekerjaan oleh Heri yakni mengambil dan menempel sabu.
Dari pekerjaan itu terdakwa ditawari upah Rp 300 ribu.

Lantaran terdesak kebutuhan hidup, terdakwa pun tergiur menerima tawaran pekerjaan beresiko itu.