serba serbi
SAKRAL! Tarian Sanghyang Jaran Pura Puseh Sari Banjarangkan, Penari Injak Bara Api
Tarian Sang Hyang Jaran di Pura Puseh Sari, Desa Banjarangkan ini, dipentaskan setahun sekali.di Pura Puseh Taman Sari Banjarangkan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Di depan para sekaa kidung ini, disiapkan pengasepan (terbuat dari tanah liat yang diisi dengan bara api) di atas sebuah dulang.
Panglingsir atau tetua kemudian memolesi pamor (kapur) ke tubuh sekaa kidung, dan penari yang sudah dianggap kerauhan (trace).
Bara api juga disiapkan, yang nantinya akan diinjak oleh para penari Sang Hyang Jaran.

Ketika bara api sudah dirasa siap, maka sekaa kidung yang terdiri dari para pemuda dan pemudi setempat.
Mulai melantunkan nyanyian atau tembang (kidung).
Tembang yang dilantunkan merupakan kidung khas, yang hanya ada di Pura Puseh Taman Sari, dan diyakini sebagai pemanggil roh Sang Hyang Jaran.
Sang Hyang Jaran baru akan beraksi ketika tembang sudah mengalun.
Penari Sang Hyang jaran pun mengikuti alunan tembang atau kidung.
Awalnya lantunan tembang sangat pelan, dan temponya mulai meningkat diikuti dengan gerakan para penari yang mengepak-ngepakan badannya layaknya seekor kuda.
Semakin lama, tubuh penari semakin kehilangan kontrol untuk menuju ke bara api.

Puncaknya, sang penari akan melompati dan menginjak-nginjak bara api yang telah disiapkan sebelumnya.
Mereka secara membabi buta, menerjang bara api dan terjatuh diatas bara api yang berserakan di tanah.
"Mereka tidak merasakan panasnya bara api, tak ada yang terluka, apalagi terbakar," jelas tokoh adat Desa Banjarangkan ini.
A.A Gede Dharma Putra berharap, tarian Sang Hyang Jaran menjadi pelindung kehidupan masyarakat di Desa Banjarangkan ke depan.
Agar makmur dan terlepas dari berbagai petaka.
"Perubahan musim yang ekstrem, dimana penyakit dan wabah menyelimuti sebagai bentuk tidak keseimbangan bumi.
Kami meyakini Sang Hyang Jaran ini yang mampu menetralisir bumi, yang sedang mengalami ketidakseimbangan," ujar AA Gede Dharma. (Eka Mita Suputra)