Berita Karangasem
HILANG Ratusan Juta, PAD Karangasem Gara-gara PMK, Imbas Pasar Hewan Ditutup!
Ratusan juta pendapatan asli daerah (PAD), dari retribusi pasar hewan di Kabupaten Karangasem, hilang setelah pasar hewan ditutup dua pekan.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Ratusan juta pendapatan asli daerah (PAD), dari retribusi pasar hewan di Kabupaten Karangasem, hilang setelah pasar hewan ditutup dua pekan.
Penutupan sementara 3 pasar hewan di Bumi Lahar, adalah buntut dari ditemukannya kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Yang belakangan menyebar dan menyerang hewan ternak, seperti sapi, babi, dan kambing.
Sampai berita ditulis, sudah ada 7 ekor sapi di Karangasem yang dinyatakan positif PMK.
Yakni 4 ekor ditemukan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang.
Dan 3 ekor lainnya, di sekitar Lingkungan Segara Katon, Karangasem.
Sedangkan yang suspect diperkirakan puluhan ekor.
Baca juga: WADUH, Empat Sapi Di Desa Demulih Terindikasi PMK dan Pasar Sapi Beringkit Juga Ditutup!
Baca juga: VIRUS PMK Merebak di Bali: Belum Ada Penutupan Pasar Hewan di Tabanan

Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disprindag) Karangasem, Gede Loka Santika, mengungkapkan dampak dari penutupan tiga pasar hewan di Karangasem.
Yakni hilangnya pendapatan daerah hingga ratusan juta.
Mengingat retribusi dari pasar hewan cukup mendongkrak PAD Karangasem.
"Di Karangasem ada 3 pasar hewan.
Yakni pasar hewan Bebandem, Kecamatan Bebandem.
Lalu pasar hewan Rubaya di Kecamatan Kubu.
Dan pasar hewan Pempatan, Kecamatan Rendang.
Untuk pasar hewan Pempatan hanya dipakai untuk timbang berat sapi," kata I Gede Loka Santika, Rabu (6/7/2022) kemarin.
