advetorial
TIDAK Punya Biaya, Ketut Murni Bergantung Pada Program JKN
Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Sempat terjadi ketidaksesuaian NIK sehingga KIS kami tidak berlaku, kami sempat minta pulang paksa karena merasa tidak mampu bayar.
Tapi atas petunjuk petugas BPJS Kesehatan, akhirnya KIS kami bisa berlaku kembali.
Penyelesaian masalahnya berjalan cepat,” ungkap Ketut Murni.

Ibu empat anak yang berasal dari Gianyar ini, juga menyampaikan suaminya beberapa kali mengalami perawatan menggunakan jaminan dari JKN.
Pertama akibat dipatuk ular dan menjalani rawat inap.
Tak hanya itu, tangan suaminya terkena bambu sehingga harus dirawat di rumah sakit juga dengan KIS-nya.
Ketut Murni dengan anak-anaknya, juga sering memanfaatkan KIS untuk berobat di puskesmas.
“Sudah banyak sekali saya dibantu.
Dulu saat dipatuk ular itu biayanya empat jutaan, yang terakhir ini bahkan lebih banyak.
Jika kami tidak punya KIS, mungkin suami saya tidak dapat berobat seperti kemarin.
Kami bersyukur sekali pemerintah sudah begitu perhatian,” ucap Murni. (adv)