Berita Jembrana

Polisi Pergoki Mobil Angkut Dua Ekor Sapi, Petugas Terus Perketat Pengawasan Lalulintas Ternak

Polisi Pergok Mobil Ngangkut Dua Ekor Sapi *Sapi Dikembalikan ke Kandang Awal *Petugas Terus Perketat Pengawasan Lalulintas Ternak

istimewa Polsek Jembrana
Jajaran Polsek Kota Jembrana saat menemukan kendaraan mengangkut dua ekor sapi di Jalan Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Kota Negara, Jembrana, Rabu 27 Juli 2022 sore. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Jajaran Polsek Kota Jembrana berhasil menemukan sebuah mobil pick up bermuatan dua ekor sapi yang hendak dikirim antar kecamatan di depan Mapolsek, Rabu 27 Juli 2022 sore. Merkea kemudian dihentikan dan diminta untuk mengembalikan hewan ternak tersebut. Sebab, ini merupakan upaya pengendalian san penanggulangan PMK sesuai Surat Edaran Nomor 4 tentang pengendalian PMK.

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana menegaskan, pihaknya memang terus melakukan kegiatan pengawasan dengan operasi di masing-masing Polsek. Kebetulan, Rabu 27 Juli 2022 kemarin jajaran Polsek Kota Jembrana berhasil menemukan sebuah kendaraan yang mengangkut hewan ternak.

"Kemarin anggota kita di Polsek Jembrana temukan warga yang mengangkut ternak sapi. Tapi karena masih dalam kondisi saat ini, kita imbau untuk tidak melakukan mobilitas ternak dulu," katanya.

Setelah dimintai keterangan, kata dia, warga tersebut telah diminta untuk mengembalikan sapi tersebut ke asalnya. Pengembalian juga dikawal langsung anggota.

"Sekali lagi kami imbau agar tidak melakukan mobilitas ternak dulu. Ini serangkaian dengan pencegahan dan penanggulangan PMK khususnya di Jembrana," imbaunya.

Sementara itu, Kapolsek Kota Jembrana, Iptu Putu Budi Santika mengungkapkan, penemuan kendaraan pengakut hewan ternak tersebut berawal dari operasi rutin yang dilakukan jajarannya. Kebetulan, sekitar pukul 17.00 Wita melihat warga yang mengangkut dua eekor sapi.

"Jadi warga tersebut dari Kecamatan Mendoyo akan dibawa ke Kecamatan Jembrana. Kita sudah sempat mintai keterangan, dan sudah kita antar juga saat pengembalian," jelasnya.

Iptu Budi juga mengungkapkan, bahwa warga tersebut sebenarnya tidak mengetahui bahwa aturan tersebut berlaku dimana saja. Artinya, untuk mobilitas untuk sementara dibatasi dimanapun sesuai surat edaran Satgas PMK tersebut.

"Intinya pemilik sapi membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan sanggup mengembalikan sapi. Kemudian kondisi sapinya juga tidak terindikasi PMK atau sehat," tandasnya.

Baca juga: GUPBI Bali Sayangkan Ada Penyelundupan Babi Yang Berpotensi Lalulalang Virus

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved