Berita Jembrana

Peternak Diminta Sabar, Uang Kompensasi Sapi Terjangkit PMK Tak Kunjung Cair

Kompensasi untuk sapi peternak yang dicurigai terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum juga cair.

TRIBUN BALI/Made Prasetya Aryawan
Kompensasi untuk sapi peternak yang dicurigai terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jembrana, Bali, belum juga cair. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Kompensasi untuk sapi peternak yang dicurigai terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum juga cair.

Setelah sebulan berlalu, peternak tagih janji pemerintah. Namun mereka hanya diminta untuk bersabar.

Kalau dihitung-hitung, peternak sapi punya simpanan hingga puluhan juta rupiah di pemerintah.

"Sapi saya tiga ekor yang dipotong (dipotong bersyarat)," kata seorang peternak sapi di Kelurahan Tegalcangkring, I Gede Warta, Minggu 7 Agustus 2022.

Kata dia, kompensasi sapi terjangkit PMK yang dijanjikan pemerintah tak kunjung ada kabar.

Baca juga: Peternak Terdampak PMK Akan Dapat Bantuan Rp10 Juta dari Pusat, Berikut Syaratnya

Praktis hal ini membuatnya cemas. Padahal syarat beruapa penyetoran KTP dan nomor rekening ke petugas sudah dilakukan.

Sesuai perhitungan, harga sapi yang dipotong bersyarat berkisar Rp 9,5-10 juta per ekor.

"Kami harap ada kejelasan terkait kompensasi ini. Karena sampai sekarang belum ada kabarnya. Ini sudah sebulan lebih," ungkapnya.

Gede Warta mengatakan, saat ia bertanya, pihaknya diminta menunggu.

Ia juga sempat bertanya ke ke peternak lain yang mengalami nasib sama di wilayah Desa Pergung. Namun hasilnya juga belum ada kepastian.

"Saya sudah setor KTP sama nomor rekening juga. Kemudian untuk berapa ganti rugi atau kompensasinya yang akan kita terima juga belum tau pasti.

Karena sampai sekarang belum ada kabar juga," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved