Berita Bali

Seorang WN Rusia Pembuat Onar di Sanur Denpasar Dideportasi

Seorang WNA Rusia dideportasi oleh pihak Imigrasi Denpasar, melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011

Istimewa
Tiga WNA dideportasi oleh pihak imigrasi Denpasar karena telah melakukan pelanggaran keimigrasian - Seorang WN Rusia Pembuat Onar di Sanur Denpasar Dideportasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak Imigrasi Denpasar mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, inisial AA (36).

Pria yang mempunyai dwi kewarganegaraan ini dideportasi karena sebelumnya telah membuat onar di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, kemudian mantan anggota korps marinir negara Jerman ini diamankan.

Dari hasil pemeriksaan, AA telah melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan dideportasi.

Baca juga: Warga Rusia Ini Curi Motor di Ubud Gianyar, Ngamuk di Sel Tahanan, Polisi Harap Dideportasi

"Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif Keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan," terang Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu dalam siaran tertulisnya, Jumat 12 Agustus 2022.

Diketahui AA dilaporkan karena dianggap meresahkan masyarakat.

Kasusnya berawal ketika AA tinggal di hotel di Sanur pada bulan Juni 2022.

Lalu terjadi konflik antara AA dan pemilik penginapan.

AA merasa tidak mendapat fasilitas penginapan sesuai kesepakatan, sehingga ia pun enggan membayar secara utuh uang sewa yang telah ditetapkan oleh pihak penginapan

Komunikasi tidak berjalan baik, dan akhirnya AA pun diminta untuk meninggalkan penginapan.

Namun AA menolak angkat kaki dari penginapan yang terletak di wilayah Sanur itu.

Karena menolak, lalu pihak penginapan meminta bantuan ke polisi untuk mengatasi persoalan tersebut.

Akhirnya AA diamankan dan dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk dilakukan tindakan lanjutan sesuai ketentuan keimigrasian.

AA sendiri pertama kali datang ke Indonesia pada 23 April 2021 melalui Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan visa kunjungan yang berlaku untuk 60 hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved