Berita Jembrana

Pengiriman Kulit Sapi Basah Seberat 2 Ton Digagalkan di Pelabuhan Gilimanuk

Pengiriman kulit sapi basah seberat 2 ton kembali digagalkan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk

Ist/Polsek Gilimanuk
Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk saat menggagalkan upaya pengiriman kulit sapi basah seberat 2 ton, Sabtu 13 Agustus 2022 dinihari. 

 


TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pengiriman kulit sapi basah seberat 2 ton kembali digagalkan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk, Sabtu 13 Agustus 2022 dinihari.

Mereka dikembalikan ke daerah asal lantaran tak melengkapi surat keterangan kesehatan dan sebagai pencegahan PMK masuk Bali.

Setelah diinterogasi, pelaku berniat untuk mengirim kulit sapi tersebut ke wilayah Sesetan Denpasar karena permintaan dari usaha rambak (kerupuk). Setelah itu, petugas lantas mengembalikan mereka ke daerah asalnya. 

Baca juga: Korban Tenggelam di Pantai Yeh Sumbul Jembrana Ditemukan Nelayan, Meninggal di Perairan Pekutatan


Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut diketahui saat petugas jaga di Pelabuhan Gilimanuk melakukan pengecekan barang.

Petugas mencurigasi salah satu kendaraan yakni pick up dengan menutup bagian belakang menggunakan terpal biru.


Setelah diperiksa, kendaraan yang dikemudikan Lukman Hakim (21) dan juga I Nyoman Surat (62) ternyata bermuatan kulit sapi basah seberat 20 ton.

Baca juga: Bupati Tamba Bagikan Ratusan Kompor Gratis Bantuan Pertamina, Bentuk Support Kepada UMKM Jembrana

Kulit sapi yang sudah dibungkus menjadi 20 plastik bening kemudian dibungkus karung ini tak dilengkapi dokumen sah dan berpotensi menularkan PMK.

Ini juga sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Hewan Ternak. 


"Setelah kita cek ternyata isinya kulit sapi basah. Barangnya sudah dibungkus plastik dan karung tanpa menyertakan atau dilengkapi dengan surat kesehatan daerah asal (veteriner) dan sertifikat kesehatan karantina. Sehingga kita gagalkan," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha saat dikonfirmasi, Minggu 14 Agustus 2022. 

Baca juga: Warga Yeh Sumbul Jembrana Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Kerahkan 3 Rubber Boat

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved